KH. Aminullah lahir di Hadramaut sebuah daerah di negara Yaman yang terletak di bagian selatan Jazirah Arab. KH. Aminullah berasal dari keluarga yang taat beribadah. Ayahnya, yang konon bernama Mas’ud (Dalam biografi KH Mahalli, ayah KH Aminullah disebutkan bernama Maulana Umar Mas’ud, yang dikenal juga dengan sebutan Pangeran Perigi) adalah keturunan marga Al-Haddar,
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi KH. Aminullah (Penerus Perjuangan Sayyid Sulaiman)
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Nasab
1.4 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Guru-guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Awal Perjalanan KH. Aminullah
3.2 Asal Usul Nama Sidogiri
3.3 KH. Aminullah Sosok Ahli Ibadah, Sakti Mandraguna dan Mencintai Kaligrafi
3.4 Peninggalan-peninggalan Kyai Aminullah
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Aminullah lahir di Hadramaut sebuah daerah di negara Yaman yang terletak di bagian selatan Jazirah Arab. Alamnya terdiri dari pantari berpasir dengan pegunungan batu yang gersang. KH. Aminullah berasal dari keluarga yang taat beribadah. Ayahnya, yang konon bernama Mas’ud (Dalam biografi KH Mahalli, ayah KH Aminullah disebutkan bernama Maulana Umar Mas’ud, yang dikenal juga dengan sebutan Pangeran Perigi) adalah keturunan marga Al-Haddar, salah satu marga besar yang memiliki peranan penting dalam penyebaran agama Islam ke Nusantara. Salah satu tokoh yang terkenal dari keluarga ini adalah Habib Ahmad bin Muhsin Al-Haddar, yang menetap dan dimakamkan di Bangil, Pasuruan. Ada pula yang mengatakan bahwa Kyai Aminullah adalah keturunan Sunan Bonang.
Riwayat lain menyebutkan, beliau datang dari Hadramaut bersama Sayyid Sulaiman. Keduanya sempat singgah di Banten. Setelah cukup lama tinggal di sana, akhirnya keduanya berkelana mencari lahan baru untuk berdakwah. Dan pilihan mereka tertuju pada daerah jawa bagian timur yang kala itu masih kental dengan budaya Hindu-Budha.
1.2 Riwayat Keluarga
Dari Pernikahannya, Kyai Aminullah dikaruniai dua orang anak laki-laki dan dua orang anak perempuan, yaitu:
- Kyai Urip.
- Kyai Qadli
- Nyai Hafshah
- Kyai Barmawi
Keturunan Kyai Aminullah, baik yang laki-laki maupun perempuan, banyak yang menjadi ulama dan pengasuh pondok pesantren, baik di Sidogiri maupun di daerah-daerah lain, bahkan di luar Pasuruan. Di Pasuruan, misalnya di Sukunsari, Kramat, Kebonsari Kota Pasuruan, Rembang, Beji Bangil, Bendungan, Keboncandi, Sladi. Di luar Pasuruan, misalnya di Probolinggo, Jember, Kediri, Malang, Bangkalan, Sampang, Bondowoso, Situbondo. Mereka juga banyak melahirkan ulama-ulama lain yang mendapatkan pendidikan di pesantrennya, terutama di Pondok Pesantren Sidogiri.
1.3 Wafat
KH. Aminullah diperkirakan wafat pada awal abad 1800 an dan beliau dimakamkan di sekitaran Pondok Pesantren Sidogiri
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
Pada abad ke-17, Kyai Aminullah sebagai pengelana sederhana yang datang ke Sidogiri. Beliau berkeinginan menimba ilmu dari seorang ulama tersohor ketika itu yang akrab dengan sebutan Sayyid Sulaiman. Kehadiran beiau untuk berguru kepada Sayyid Sulaiman diterima dengan baik. Beliau belajar dengan baik serta melaksanakan perintah Mbah Sayyid dengan penuh kepatuhan. Tanpa kenal lelah, Kyai Aminullah membantu pembabatan rimbunan pohon di hutan Sidogiri. Semangat belajar Kyai Aminullah yang besar membuatnya cepat menguasai berbagai bidang disiplin ilmu, mulai dari ilmu Syar
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

