Kyai Mahalli diyakini lahir pada tahun 1700-an dari sebuah keluarga di Timur Rujing (atau Rujing Timur), di pulau Bawean, kecamatan Sangkapura, kabupaten Gresik, provinsi Jawa Timur.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi Hadratussyekh KH. Mahalli
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru Beliau
3. Penerus Kyai Mahalli
3.1 Murid-Murid Beliau Menjadi Pengasuh Pesantren
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
4.2 Ahli Ilmu Falak dan Sakti
5. Teladan Beliau
6. Menjadikan Santri Anak Angkat Beliau
7. Karomah Beliau
8. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Kyai Mahalli diyakini lahir pada tahun 1700-an dari sebuah keluarga di Timur Rujing (atau Rujing Timur), di pulau Bawean, kecamatan Sangkapura, kabupaten Gresik, provinsi Jawa Timur.
Namun, tidak tertutup kemungkinan keluarga Kyai Mahalli berasal dari luar Bawean, sebab banyak ulama dan juru dakwah yang bukan asli penduduk Bawean, yang kemudian diketahui berasal dari Timur Tengah atau Jawa. Dan posisi tanah kelahiran Kyai Mahalli tidaklah terlalu jauh dari dermaga penyeberangan pulau yang sering dikunjungi oleh ulama-ulama dari negeri Arab.
1.2 Riwayat Keluarga
Setelah mondok sekian lama, akhirnya Kyai Mahalli diambil menantu oleh Kyai Aminullah, kyai beliau. Beliau dinikahkan dengan Nyai Hafshah binti Aminullah, yang tak lain adalah cucu Sayyid Sulaiman.
Kyai Mahalli membina rumah tangga sakinah dengan Nyai Hafshah di tempat tinggal beliau di Sidogiri. Pasangan ini kemudian dikaruniai tiga putra-putri, yakni:
- Nyai Hanifah,
- Kyai Urip (Abdul Hayyi),
- Nyai Sari’ah.
Putri pertama beliau, Nyai Hanifah, kemudian dinikahkan dengan santri beliau yang terkenal alim dan memiliki tingkat akhlak yang tinggi, Kyai Noerhasan bin Noerkhotim dari Madura. Sebagaimana Nyai Hanifah, Kyai Noerhasan juga keturunan Sayyid Sulaiman pendiri PP. Sidogiri. Nasab beliau adalah Kyai Noerhasan bin Noerkhotim bin Asror bin Abdullah bin Sulaiman. Dari pernikahan ini, Kyai Noerhasan dan Nyai Hanifah dikaruniai tiga orang putra dan tiga putri, yakni:
- Kyai Bahar (Kyai Alit) Sidogiri,
- Kyai Dahlan, Sukunsari Kebonagung Pasuruan,
- Kyai Nawawie, Sidogiri,
- Nyai Munawwaroh, Serambi Pasuruan,
- Nyai Fathonah, Sidogiri,
- Nyai Anisatun, Sidogiri.
Putra kedua Kyai Mahalli yang bernama Kyai Urip (Abdul Hayyi) juga tinggal di Sidogiri. Kyai Urip dikaruniai dua putri dan seorang putra. Yakni:
- Nyai Ru’yanah, Sidogiri,
- Nyai Amnah, Sidogiri,
- Kyai A. Syafi’i, Sidogiri.
Sedangkan putri ketiga Kyai Mahalli yang bernama Nyai Sari’ah dikaruniai tiga orang putra, yakni:
- Kyai Abdullah, Dungaron,
- Kyai Abdul Ghani, Gondang/Pekoren,
- Kyai Barro, Dungaron.
Menurut sebagian riwayat, pada awalnya Nyai Hafshah ditunangkan dengan Kyai Abu Dzarrin juga santri Kyai Aminul
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

