Hadratussyaikh Romo KH. Ihsan Mahin adalah putera pendatang dari Jawa Tengah, tepatnya dari desa Surupan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
2.3 Menjadi Pengasuh Pesantren
3. Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.3 Karier Beliau
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Hadratussyaikh Romo KH. Ihsan Mahin adalah putera pendatang dari Jawa Tengah, tepatnya dari desa Surupan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri.
1.2 Wafat
Beliau wafat pada tahun 2001 dan dimakamkan di pemakaman keluarga besar pesantren Attahdzib, Jombang
1.3 Riwayat Keluarga
Dari pernikahannya Hadratus-Syaikh Romo KH. Ihsan Mahin di karuniai putra dan putri yaitu:
- KH. Ahmad Masruh
- KH. Ahmad Aniq IM
- Neng Indah Maharoh Kedunglo Kediri
- Neng Zuhan Nafihah Jombang
- Agus Ach. Dzaky Gf. M.HI
- Neng Atikah, S.Ag
- Agus M. Ulumuddin, M.HI
- KH. Moh. Nafih, M.Sy (Pengasuh Pondok Al-Ahsan Bareng Jombang
- Agus Thohir Jombang
- Neng Masna
- Neng Khumasa’
- Neng Sulasa’
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Beliau belajar ilmu agama tidak dari satu pesantren saja, tetapi dari Ulama di berbagai pesantren; di antaranya : Pesantren Sidosermo Surabaya dalam kepengasuhan Hadratus-Syaikh Romo KH Mas Muhajir selama 17 tahun, Pondok Pesantren Jember, Pondok Pesantren Kertosono, Pondok Pesantren Termas Pacitan, dan membantu mengajar di Pondok Pesantren yang berada di Udanawu Blitar bersama Putra dari Pondok Dersemo Surabaya, K. Darul Khoiri.Selama Di Pondok Udannawu Blitar, beliau banyak teman yakni Mbah Kyai Mudir, KH. Abdoel Madjid Ma’ruf (Muallif Sholawat Wahidiyah). Tidak lama kemudian beliau juga mengamalkan Sholawat Wahidiyah dan menjadi Pengurus PSW Pusat.
2.2 Guru-Guru Beliau
Syaikh Romo KH. Mas Muhajir
2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
Secara historis, Pesantren Attahdzib (PA) dirintis pertama kali oleh Hadratussyaikh Romo KH. Ihsan Mahin di desa Payak Mundil Ngoro Jombang pada tahun 1958. Bahkan ketika itu sudah sempat didirikan bangunan pondok. Berdirinya Pondok Pesantren Attahdzib berawal dari adanya keinginan beberapa pemuda yang ingin menimba ilmu kepada Hadratus-Syaikh Romo KH. Ihsan Mahin yang saat itu dikenal seorang yang mumpuni dalam bidang agama serta sabar, gigih, teguh pendirian, dan banyak riyadlah (menempa diri dengan puasa, dzikir, dan tafakkur), kemudian mereka melakukan kegiatan tersebut di rumah beliau.
Karena keuletan dan daya karismatiknya sehingga nama beliau dikenal tidak hanya di wilayah Jawa Timur saja, akan tetapi hingga Jawa Tengah. Seiring perkembangan waktu, jumlah santri bertambah dan berkembang hingga memiliki elemen-elemen seperti Masjid, tempat belajar, dan pondokan yang meskipun pada awalnya amat sederhana, maka berubahlah statusnya menjadi sebuah Pesantren.Kemudian, karena beberapa pertimbangan strategis, pada tahun
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

