Biografi Nyai Hj. Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, Putri Sulung Gus Dur
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Lembaga Pendidikan
4. Karir-Karir
5. Penghargaan dan Prestasi Beliau
6. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Hj. Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid alias Hj. Alissa Wahid lahir pada tanggal 25 Juni 1973 di Jombang, Jawa Timur. Hj. Alissa Wahid adalah putri sulung dari pasangan KH. Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan Gus Dur yang merupakan Presiden RI ke-4 dan Nyai Hj. Sinta Nuriyah yang merupakan tokoh wanita dari Nahdlatul Ulama.
1.2 Riwayat Keluarga
Hj. Alissa menempuh kehidupan rumah tangga bersama Erman Royadi. Dari pernikahan itu, beliau dikaruniai putra-putri di antaranya:
1. Parikesit Nuril Azmi
2. Shabrina Aksara Ashakiran Arinka
3. Dimas Adjani Ismoyo Maulana Annadzief
4. Areta Zakiyah Saka Asmara.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Hj. Alissa menyelesaikan pendidikan dasar hingga Sekolah Menengah Atas di Kota Jakarta, sebab sejak usia 14 tahun Hj. Alissa dan keluarga diboyong Gus Dur ke Ibukota. Menempati rumah sederhana di daerah Jakarta Pusat, Hj. Alissa bersama keluarga menghabiskan masa kecil di Jakarta.
Selepas SMA Hj. Alissa melanjutkan pendidikan tingginya di Kota Gudeg, Yogyakarta tepatnya di Univesitas Gadjah Mada program Psikologi keluarga, anak dan wanita Fakultas Psikologi.
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Secara umum beliau dikenal sebagai aktivis perempuan yang bergerak di isu-isu sosial, terutama terkait multikulturalisme, demokrasi, hak asasi manusia (HAM), dan gerakan muslim moderat di Tanah Air.
Hj. Alissa juga menjadi tokoh penting di Jaringan Gusdurian atau bisa dikenal pula dengan Nasional Gusdurian Network Indonesia (GNI), jaringan yang berisi masyarakat pengagum Gus Dur dari berbagai aspek baik pemikiran, keteladanan karakter dan nilai yang ditanamkan, hingga membantu memperjuangkan apa yang diperjuangkan Gus Dur semasa beliau menjabat sebagai presiden RI.
Hj. Alissa sempat menjadi manajer proyek sosial yang dinamai dengan Indonesia Planned Parenthood Association yang dimulai pada 1991-1996. Proyek tersebut bergerak di bidang pengembangan diri anak muda dan kesehatan reproduksi dengan sasaran siswa di berbagai SMA di Yogyakarta.
Lalu pada tahun 1997-2001, Hj. Alissa juga aktif di berbagai diskusi yang menyangkut isu kesetaraan gender. beliau juga menjadi Manager Program Pendidikan di Lembaga Studi dan Pengembangan Perempuan dan Anak.
3.1 Mendirikan Lembaga Pendidikan
Hj. Alissa juga sempat mendedikasikan diri di bidang pendidikan dengan mendirikan lembaga pendidikan anak usia dini yang dinamai dengan Fastrack Funschool di Yogyakarta. Lalu di tahun 2014 beliau menjadi perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Faith-Based Organization’s Global Forum on Faith & Reproductive Health di New York.
Selain itu beliau juga sempat menjadi fasilitator pa
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

