Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Dr. Dra. Hj. Sinta Nuriyah Wahid., M.Hum
✓ Terverifikasi Tim Riset

Dr. Dra. Hj. Sinta Nuriyah Wahid., M.Hum

lahir 1948 M · 33.163 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Dr. Dra. Hj. Sinta Nuriyah Wahid., M.Hum lahir pada 8 Maret 1948, di Kabupaten Jombang putri dari H. Abdullah Syukur .

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Karya-Karya
4.    Karir-Karir
5.    Penghargaan

6.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
Dr. Dra. Hj. Sinta Nuriyah Wahid., M.Hum lahir pada tanggal 8 Maret 1948, di Kabupaten Jombang putri dari H. Abdullah Syukur, pedagang daging terkenal, beliau dibesarkan dalam lingkungan pesantren. Bahkan pendidikan dasar hingga menengah tidak jauh dari lingkungan agama. Puncaknya, dengan mengikuti pendidikan pesantren mualimat khusus perempuan.

1.2 Riwayat Keluarga
Memasuki usia remaja, beliau dijodohkan dengan anak kyai besar NU bernama KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Kisah cinta Hj. Sinta Nuriyah Wahid dengan KH. Abdurrahman Wahid ini menarik. Gus Dur merupakan gurunya ketika belajar di Muallimat. Mereka dijodohkan oleh Kyai Fatah, pamannya KH. Abdurrahman Wahid. Gus Dur segera mengiyakan tawaran itu. Namun, Hj. Sinta Nuriyah Wahid belum bersedia lantaran trauma dengan salah seorang guru yang pernah meminangnya ketika masih berusia 13 tahun.

Celakanya, nama guru itu juga Abdurrahman. Namun, akhirnya mulai simpati kepada Gus Dur setelah saling berhubungan melalui surat, melalui surat-surat itulah beliau bisa mengetahui kepribadian Gus Dur yang lembut dan tajam pikirannya. Setelah sekian lama bertukar surat, Gus Dur pun melamarnya, namun Hj. Sinta Nuriyah Wahid masih bimbang, tapi lama-lama kelamaan akhirnya beliau memutuskan menerima Gus Dur sebagai teman hidupnya. Pada pertengahan 1966, Gus Dur meminangnya, lalu keduanya bertunangan.

Dua tahun kemudian, September 1968, Gus Dur akhirnya menikahi Hj. Sinta Nuriyah Wahid. Tapi pernikahan keduanya bisa dibilang unik. Sebab Gus Dur berada jauh di Kairo, Mesir, sekitar 12.000 km dari Jombang, Jawa Timur, Indonesia, tempat Hj. Sinta Nuriyah Wahid berada.

Karena Gus Dur tidak bisa datang saat pernikahan, akhirnya beliau diwakili kakeknya, KH. Bisri Syansuri yang berusia 81 tahun dan membuat heboh tamu undangan. Keduanya sepakat bakal menikah lagi setelah sama-sama lulus kuliah. Dan benar saja, sepulang dari Mesir, yang pertama dilakukan oleh Gus Dur adalah nikah lagi dengan gadis yang dicintainya Hj. Sinta Nuriyah Wahid. Pernikahan beliau dikaruniai 4 anak: Nyai Alissa Qotrunnada Munawaroh (Lissa), Nyai Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny), Nyai Anita Hayatunnufus (Nita), dan Nyai Inayah Wulandari (Ina).

2.  Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Pendidikan yang beliau tempuh yaitu:
1. MI (SD) Jombang tahun 1958,
2. MM (Madrasah Mualimat) Baharul Ulum, Jombang, Tambak Beras, Jawa Timur tahun 1964,
3. MA (Madrasah Aliyah) Mual’limin Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, Jawa Timur tahun 1967,
4. Strata Satu (SI) Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 1971,
5. Strata Dua (S2) Program Kajian Wanita Program Pascasarjana Universitas Indonesia Jakarta. 1975.

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+