Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Salim Suyuthi, Pengasuh Pesantren Raudlatul Ulum Pati
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Salim Suyuthi, Pengasuh Pesantren Raudlatul Ulum Pati

1945 – 2000 M · 4.700 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Salim Suyuthi lahir di desa Guyangan, kecamatan Trangkil, kabupaten Pati, pada tanggal 20 agustus 1945. Terlahir dari pasangan KH. Suyuthi Abdul Qadir dan Hj. Tasr’iah. KH. Salim Suyuthi merupakan putra kedua dari delapan bersaudara, yaitu Hj. Salamah, Kiai Salim, Hj. Rasyidah, Hj. Sa’adah, Kiai Faruq Suyuthi, Kiai Humam suyuthi, Hj. Kafiyah, dan yang terakhir Kiai Najib Suyuthi.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru
2.3  Merintis Pesantren

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Karier

4.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Salim Suyuthi lahir di Desa Guyangan, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, pada tanggal 20 Agustus 1945. Terlahir dari pasangan KH. Suyuthi Abdul Qadir dan Hj. Tasr’iah, KH. Salim Suyuthi merupakan putra kedua dari delapan bersaudara, yaitu Hj. Salamah, Kyai Salim, Hj. Rasyidah, Hj. Sa’adah, Kyai Faruq Suyuthi, Kyai Humam Suyuthi, Hj. Kafiyah, dan yang terakhir Kyai Najib Suyuthi.

1.2 Wafat
KH. Salim Suyuthi wafat di usia 55 tahun, tepatnya hari Rabu 18 September 2000, setelah melakukan shalat Dhuha Kyai Salim pulang ke hadirat Allah. Di tengah-tengah semangat pejuangan Kyai Salim melawan penyakit jantung dan dirawat inap di rumah sakit selama satu bulan. Beliau dimakamkan di Desa Guyangan Trangkil Pati, bersebalahan dengan makam ayahandanya.

1.3 Riwayat Keluarga
KH. Salim Suyuthi dinikahkan oleh ayahandanya dengan Ny. Hj. Afifah, seorang putri dari Desa Ngagel, Dukuhseti, Pati, Jawa Tengah. Pernikahan tersebut dikaruniai lima anak, yaitu Faiqoh, Siti Inayah, Ika Zakiyah, Suyuthi Salim, dan Mohamad Hasan Salim.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu

Sejak dini, beliau mendapatkan didikan dalam lingkungan semangat memelihara derajat penguasaan ilmu-ilmu keagamaan tradisional (turast) dan kontemporer. Kyai Suyuthi Abdul Qadir memberikan pondasi bangunan keilmuan guna melestarikan warisan budaya pesantren dan meneruskan mata rantai khazanah keilmuan Islam.

Kyai Salim dikirim ayahandanya untuk memperdalam cakrawala khazanah keilmuan Islam ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur. Setelah beberapa tahun menyerap ilmu di pesantren, Kyai Salim mendapatkan restu untuk mengabdikan dirinya di tanah kelahiran, sebagaimana adat pesantren salaf, seorang santri diperbolehkan boyong (pulang) ketika sudah dianggap berkredibilitas dalam keilmuan Islam. Menyebarkan ilmu dan menuntun masyarakat merupakan kewajiban setiap penuntut ilmu, sebagaimana yang dijelaskan di dalam Al-Qur'an dan Hadis.

2.2 Guru-Guru Beliau
KH. Suyuthi Abdul Qadir

2.3 Mengasuh Pondok Pesantren
Beliau menjadi pengasuh Pesantren Raudlatul Ulum kedua setelah ayah beliau wafat.

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Semangat tafaqquh (memperdalam hukum Islam) dan semangat tawarru’ (bermoral luhur) merupakan prinsip Kyai Salim dalam berdakwah dan mengabdi di tengah-tengah masyarakat. Dua prinsip ini bagi Kyai Salim merupakan keharusan yang dimiliki oleh setiap penuntut ilmu, karena dengannya akan

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+