Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Suyuthi Abdul Qodir
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Suyuthi Abdul Qodir

1904 – 1979 M · 26.605 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH Suyuthi Abdul Qodir Ulama Nahdlatul Ulama Pati Jawa Tengah

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.2  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Masa Menuntut Ilmu

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Pesantren
3.2  Tokoh Masyarakat
3.3  Peranan di Nahdlatul Ulama (NU)

4.   Chart Silsilah Sanad
5.   Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Suyuthi Abdul Qodir lahir pada tanggal 14 Dzulqo’dah tahun 1904 di Desa Guyangan, Trangkil, Pati. Namun menurut catatan kitab ayahandanya, beliau lahir pada bulan Dzulhijjah 1325 H/1908 M. Beliau merupakan putra pertama dari pasangan KH. Abdul Qadir dengan Hj. Arum. Ayahandanya wafat ketika beliau menginjak usia 17 tahun.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Suyuthi Abdul Qodir melepas masa lajangnya dengan menikahi Nyai Hj. Tasri’ah. Buah dari pernikahannya, beliau dikaruniai delapan anak di antaranya, Nyai Hj. Salamah, KH. Salim Suyuthi, Nyai Rasyidah, Hj. Sa’adah, KH. Faruq Suyuthi, KH. Humam Suyuthi, Nyai Hj. Kafiyah dan KH. Najib Suyuthi.

1.3 Wafat
KH. Suyuthi Abdul Qodir wafat pada hari Selasa 25 September 1979 atau bertepatan pada 4 Dzulqo’dah. Beliau meninggal dunia di Rumah Sakit Dr. Karyadi Semarang karena sakit.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Masa Menuntut Ilmu

KH. Suyuthi Abdul Qodir menempuh pendidikan agamanya sejak kecil bersama sang ayah, sebelum sang ayah wafat. Kyai Suyuthi muda adalah sosok yang alim dan cerdas, hal ini dibuktikan banyaknya beliau mempelajari kitab-kitab besar seperti Iqna’ dan Qishashul Anbiya’. Sejak itulah, awal rihlah ilmiah beliau bermula, beliau adalah sosok yang haus akan ilmu, tak kenal lelah, mempunyai semangat dalam mencari ilmu kepada para kyai terkemuka di Nusantara dan Internasional.

Pada tahun 1921 beliau menimba ilmu ke Pondok Pesantren Mambaul Ulum Jamsaren, Solo kepada Kyai Idris selama dua tahun. Pada 1923, beliau menuntut ilmu ke Pondok Pesantren Kasingan Rembang kepada Kyai Kholil dan KH. Mas’ud. Lalu pada tahun 1924, Kyai Suyuthi menimba ilmu kepada Hadratusysyaikh KH. Hasyim Asy’ari di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

Lalu pada tahun 1926, Kyai Suyuthi pergi ke Sampang, Madura untuk memperdalam hafalan Al-Qur'an di Pondok Pesantren Sampang yang diasuh oleh KH. Munawwir selama satu tahun. Dengan berpedoman “Uthlubul ‘ilma walau bisshin”, tahun berikutnya beliau pergi ke Makkah untuk menimba ilmu selama lima tahun kepada ulama-ulama besar, seperti Syaikh Umar Hamdan, Syekh Baqir Yogyakarta, Syaikh Ali Makki, Mufti Madzhab Maliki di Makkah, Syaikh Saíid Al-Yamani, Mufti Madzhab Syafi'i (Yaman), Syaikh Umar Bayunid, Mufti Madzhab Syafi'i (Makkah), Syaikh Ibrahim Barri dan Syaikh Syarif Muhammad Ibnu Ghulam As-Singkiti, Mursyid Tarekat Syadiziliyah.

Kyai Suyuthi b

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+