Akhirnya pada tahun 1947 Kyai Syahmari membuka pengajian Al-Qur,an, Fiqih,Tauhid dan Nahwu Shorof untuk anak-anak dan pengajian wetonan untuk orang tua, pelaksanaanya pada hari ahad di dukuh Tegalharja, Desa Warungpring, Kecamatan Warungpring, Kab Pemalang.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren
4. Pesan Kepada Putra
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 lahir
KH. Syahmari Syarief lahir pada tahun 1915 M, merupakan seorang putra dari Bapak Syarief dan Ibu Tawen, lahir di Dusun Karangtengah, Desa Warungpring, Kabuapten Pemalang. Orang tua beliau bukan ulama atau orang kaya, namun beliau keturunan dari orang sholeh, beliau adalah orang yang sholeh sepanjang hidup waktunya selain dihabiskan untuk keluarga juga untuk khidmah kepada para ulama dan para kyai.
1.2 Riwayat Keluarga
Sejak Kyai Toyyib melihat akan kecerdasan dan keuletan dari Kyai Syahmari dalam menuntut ilmu, maka pada waktu beliau berumur 18 tahun dinikahkan dengan putri Kyai Toyyib dari istri beliau yang bernama Siti Mariyah yang bertempat tinggal di Tegalharja, beliau bernama Nyai Khoeriyah, pada saat itu Nyai Khoeriyah berumur 8 tahun.
1.3 Wafat
Beliau (Kyai Syahmari) wafat pada malam Rabu Legi tanggal 23 Jumadil Akhir 1405 atau 13 Februari 1985 M. Sebelum wafat beliau berpesan, "apabila usiaku sampai Jumat Kliwon tanggal 7 Rajab, kamu (KH. Abdul Aziz) saya Ilbas Thoriqoh Syatoriyah agar kamu bisa membai’at orang-orang yang akan bai’at."
Sehingga akhirnya KH. Abdul Aziz dipanggil oleh keluarga besar Pesantren Buntet, dalam hal ini Kyai Mustamid Abbas yang mengutus 4 orang untuk nimbali (memanggil) Kyai Abdul Aziz untuk di Ilbas di Buntet oleh Kyai Ahmad Zahid tepatnya pada hari Senin tanggal 3 Rajab tahun 1985. Sehingga sejak Kyai Syahmari wafat selain mendidik santri, beliau juga membai’at orang-orang yang akan masuk Thoriqoh Syatoriyah.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
KH. Syahmari sejak kecil sudah menunjukan bahwa kelak dewasa akan menjadi ulama, menurut cerita orang yang lebih tua atau orang yang sebaya beliau, sejak kecil Kyai Syahmari sudah kelihatan cerdas, di usia beliau yang masih 7 tahun tidak pernah meninggalkan shalat bahkan terkadang beliau shalat di tempat penggembalaan kerbau, entah itu di atas batu atau di tengah hutan (tegalan).
2.1 Pendidikan
Sejak usia 6 tahun Kyai Syahmari belajar Al-Qur’an dan Kitab Fasholatan pada Kyai Muklas di tempat kelahiran beliau. Setelah Kyai Muklas berangkat haji dan wafat di Makkah yang kurang lebih pada saat itu Kyai Syahmari berusia 11 tahun beliau meneruskan ngaji di Kyai Toyyib Gombong, beliau mengaji pada Kyai Toyyib kurang lebih hingga usianya mencapai 18 tahun.
Kemudian oleh Kyai Toyyib, Kyai Syahmari dipondokan ke Pesantren Kempek Cirebon di bawah asuhan Kyai Harun. Beliau mondok selama kurang lebih 4 tahun kemudian berpindah lagi pada Kyai Yusuf dan Kyai Idris selama kurang lebih 7 tahun. Setelah selama 11 tahun mondok di Cirebon, Kyai Syahmari tidak langsung pulang tapi beliau meneruskan mondoknya di
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

