Nasab KH. Dalhar tersambung pada trah Raja Mataram, Amangkurat III. Ayah KH. Dalhar bernama KH. Abdurrahman bin Abdurrauf bin Hasan Tuqo. Pada waktu perjuangan Perang Jawa, KH. Abdurrauf membantu Diponegoro berjuang di tanah Jawa.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi:
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Penerus
3.1 Murid-Murid
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
4.2 Masa Penjajahan
5. Karya-Karya
6. Chart Silsilah Sanad
7. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Dalhar lahir pada tanggal 10 Syawal 1286 H / 12 Januari 1870 M. di Kawasan Pondok Pesantren Darussalam, Watucongol, Muntilan, Magelang.
Nasab KH. Dalhar tersambung pada trah Raja Mataram, Amangkurat III. Ayah KH. Dalhar bernama KH. Abdurrahman bin Abdurrauf bin Hasan Tuqo. Pada waktu perjuangan Perang Jawa, KH. Abdurrauf membantu Diponegoro berjuang di tanah Jawa.
KH. Abdurrauf dikenal sebagai salah satu Panglima Perang Diponegoro, membantu laskar pada Perang Jawa. Dari silsilah Kyai Hasan Tuqo, tersambung kepada Raja Amangkurat III (memerintah 1703-1705), atau Amangkurat Mas. Kyai Hasan Tuqo memiliki nama ningrat, yakni Raden Bagus Kemuning.
Pada waktu itu, Kyai Hasan Tuqo tidak senang berada di kawasan Keraton, serta memilih untuk memperdalam ilmu agama. Kyai Hasan Tuqo kemudian memilih menyepi di kawasan Godean, Yogyakarta. Nama desa Tetuko sampai sekarang masih masyhur sebagai petilasan Kyai Hasan Tuqo.
Pada waktu Perang Jawa (1825-1830) terjadi, Pangeran Diponegoro dibantu oleh barisan kyai yang berjuang untuk melawan Belanda. Di antaranya, tercatat nama Kyai Modjo, Kyai Hasan Besari, Kyai Nur Melangi, serta Kyai Abdurrauf. Putra Kyai Hasan Tuqo, Kyai Abdurrauf inilah yang mendapat tugas sebagai panglima Perang Diponegoro, yang menjaga kawasan Magelang.
Pada kisaran awal abad 19, kawasan Magelang menjadi jalur penting dalam ekonomi dan politik, karena menjadi titik pertemuan dari kawasan Yogyakarta menuju Temanggung dan Semarang di daerah pesisiran. Kyai Abdurrauf menjadi panglima untuk menjaga wilayah Magelang, serta memberi pengaruh penting penganut Diponegoro di kawasan ini.
Demi menjaga kawasan Magelang dan mendukung pergerakan Diponegoro, Kyai Abdurrauf bertempat di kawasan Muntilan, yakni di Dukuh Tempur, Desa Gunung Pring, Muntilan. Di kawasan ini, Kyai Abdurrauf mendirikan pesantren untuk mengajar ilmu agama kepada pengikutnya dan warga sekitar. Dukuh Santren di Desa Gunungpring menjadi saksi perjuangan dakwah dan militer Kyai Abdurrauf.
1.2 Wafat
KH. Dalhar wafat pada hari Rabu Pon, 29 Ramadhan 1890 – Jimakir (1378 H) atau bertepatan dengan 8 April 1959 M. Selain itu ada juga yang menyebutkan beliau wafat pada 23 Ramadhan 1959 M.
Lokasi Makam KH. Dalhar Watucongol berada di kompleks makam Kyai Raden Santri yang terletak di sisi barat kota Muntilan.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
KH. Dalhar mewarisi seman
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

