KH. Abdul Qodir bin Guru H. Ibrahim (disingkat Guru Qodir) dilahirkan di Kampung Tengah Jambi, pada tahun 1914 M bersamaan dengan 18 Safar 1332 H. Beliau terlahir sabagai anak seorang ulama terkenal di Jambi bernama Guru H. Ibrahim bin Syekh Abdul Majid al-Jambi bin K.H. M Yusuf bin’Abid bin Jantan Bergelar Sri Penghulu, seorang pelopor pendidikan dan tokoh pendiri oraganisasi Tsamaratul Insan.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
2.3 Mendirikan Pengasuh Pesantren
3. Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Karya-karya Beliau
4.2 Karier Beliau
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Abdul Qodir bin Guru H. Ibrahim (disingkat Guru Qodir) dilahirkan di Kampung Tengah Jambi, pada tahun 1914 M bersamaan dengan 18 Safar 1332 H. Beliau terlahir sabagai anak seorang ulama terkenal di Jambi bernama Guru H. Ibrahim bin Syekh Abdul Majid al-Jambi bin K.H. M Yusuf bin’Abid bin Jantan Bergelar Sri Penghulu, seorang pelopor pendidikan dan tokoh pendiri oraganisasi Tsamaratul Insan.
Beliau merupakan seorang kiai pesantren di lingkungan NU yang memiliki kharisma tinggi, seorang kiai pesantren yang mempunyai peran aktif di berbagai bidang seperti bidang pendidikan, dakwah, dan politik.
1.2 Wafat
Pada tahun 1970 merupakan tahun yang cukup menyedihkan bagi masyarakat Jambi, karena pada tahun itu beliau meninggal dengan tenang di Jakarta. Beliau telah banyak berjasa khususnya bagi kemajuan Pendidikan Islam di Jambi.
1.3 Riwayat Keluarga
KH. Abdul Qodir menikah seorang wanita bernama Hj. Zainab dikaruniai beberapa anak.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Beliau belajar selama 4 tahun di Pondok Pesantren Nurul Iman. Pengetahuannya banyak diperoleh dengan belajar sendiri dan membaca kitab. Selain itu beliau banyak bertanya dan berdiskusi dengan para ulama-ulama yang datang berkunjung ke Jambi, di antaranya adalah:
- Syekh Hasan Al-Yamani untuk memperdalam ilmu Ushul Fiqh.
- Syekh 'Arif At-Tabulisy (seorang hakim tentara Turki) dalam ilmu Falak.
- Syekh al-Maliki (seorang mufti Mekkah).
- Syekh Mahmud Bukhari.
Mulai pada usia 13 tahun, beliau dipercayakan untuk menjadi tenaga pengajar bantu di Pondok Pesantren Nurul Iman. Dalam tahun 1944 sampai tahun 1948 karirnya menanjak, sehingga dipercayakan menjadi Mudir Madrasah Nurul Iman.
2.2 Guru-Guru Beliau
- Syekh Hasan Al-Yamani untuk memperdalam ilmu Ushul Fiqh.
- Syekh 'Arif At-Tabulisy (seorang hakim tentara Turki) dalam ilmu Falak.
- Syekh al-Maliki (seorang mufti Mekkah).
- Syekh Mahmud Bukhari.
2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
Pada tahun 1369 H, tepat tanggal 26 Jumadil Awwal 1369 H dan selesai pada tanggal 26 Dzulqoidah 1370 H bertepatan tanggal 29 Agustus 1951 M, dengan disertai niat yang baik dan semangat yang kuat dalam menghadapi rintangan-rintangan baik yang datangnya dari pihak yang tidak setuju dengan kehadiran Perguruan/Pondok Pesantren As’ad (Ma’hadul As’ad) ini ataupun rintangan berupa biaya, namun berkat inayah dan hidayah Allah SWT maka pada tahun 1951 berdirilah sebuah gedung permanen berukuran 35 x 17 meter yang terletak diatas lahan s
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

