Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. M. Ali Abdul Wahab, Mursyid Tarekat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah Jambi
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. M. Ali Abdul Wahab, Mursyid Tarekat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah Jambi

1934 – 2011 M · 6.711 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. M. Ali Abdul Wahab dilahirkan di sebuah desa yang bernama Pasar Arba‟ Bram Itam Kanan pada tanggal 11 Maret 1934 M/ 01 Shafar 1354 H sebagaimana tertulis di batu nisan kubah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru
2.3  Mendirikan Pondok Pesantren

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Karya-karya
3.2  Karier Beliau

4.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 

1.1 Lahir
KH. M. Ali Abdul Wahab dilahirkan di sebuah desa yang bernama Pasar Arba‟ Bram Itam Kanan, Kecamatan Bramitam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, pada tanggal 11 Maret 1934 M/1 Safar 1354 H sebagaimana tertulis di batu nisan kubah. KH. M. Ali Abdul Wahab adalah cicit dari Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

1.2 Wafat
Beliau wafat pada hari Ahad, 15 Mei 2011 M/11 Jumadil Akhir 1432 H di Kota Jambi dan dimakamkan di Komplek Pondok Pesantren Al-Baqiyatush-Shalihat, Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat.

1.3 Riwayat Keluarga
Beliau menikah dengan Hj. Fatimah binti H. Hasan, pernikahan beliau dikaruniai lima orang anak, terdiri dari empat orang putra dan satu orang putri, yaitu: H. Ahmad Fauzi (Wiraswasta), Hj. Ani Fauziah (Ibu Rumah Tangga), Drs. H. Abdul Latif, M. Ag. (Dosen IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi), Drs. H. Anwar Sadat, M. Ag. (Kepala Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Al-Baqiyyatush-Shalihat) dan H. Abdul Hakim, S. Ag. (Pengajar Pondok Pesantren Al-Baqiyyatush-Shalihat yang diberi mandat menjadi Mursyid Tarekat Qodiriyyah wa Naqsyabandiyyah menggantikan ayah).

2.   Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Pendidikan dan karir KH. M. Ali Abdul Wahab dimulai sejak usia dini. Beliau mengaji di Makkah Al-Mukarramah dari tahun 1937 hingga 1939. Sepulang dari tanah suci, beliau masuk Sekolah Rakyat (SR) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Istiqamah di desa Pasar Arba' Bram Itam Kanan selama dua tahun (1941-1943). Selanjutnya, beliau melanjutkan pendidikan di Madrasah Hidayatul Islamiyah (MHI) dan Madrasah Nurul Falah Kuala Tungkal, masing-masing selama tiga tahun (1950-1953).

Setelah lulus dari kedua madrasah tersebut, beliau melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah As'ad (sekarang Pondok Pesantren As'ad) di Jambi selama tiga tahun (1953-1956). Kemudian, beliau merantau ke Banua untuk melanjutkan pendidikannya di Madrasah Aliyah Diniyah Islamiyah, Barabai, Kalimantan Selatan, pada tahun 1956 hingga 1957.

2.2 Guru-Guru
1. Tuan Guru H. Wahab
2. KH. Abdul Qadir
3. ​KH. Muhammad Nawawi bin Siddiq

2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
KH. M. Ali Abdul Wahhab memulai pengajian agama di rumahnya pada tahun 1957. Pada tahun 1979, beliau mengundang Syekh Muhammad Nawawi dari Berjan, Purworejo, untuk melakukan bai'at Tarekat Qodiriyyah Naqsyabandiyyah. Beberapa yang ikut bai'at adalah KH. M. Ali Abdul Wahhab, KH. M. Subli bin H. Ismail, dan H. Ahmad Bukhari.

Selama 28 tahun, jamaah pengajian di rumah beliau terus bertambah. Pada tahun 1985, karena rumah tidak lagi mampu mena

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+