Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Syekh Armia bin Kyai Kurdi, Pendiri Pondok Pesantren Attauhidiyyah, Cikura Bojong Tegal
✓ Terverifikasi Tim Riset

Syekh Armia bin Kyai Kurdi, Pendiri Pondok Pesantren Attauhidiyyah, Cikura Bojong Tegal

wafat 1935 M · 10.088 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Syekh Armia memang bukanlah orang biasa, bukti cukup jelas adalah ketika setelah kewafatan beliau dalam jarak beberapa waktu. Bermula pada cerita seorang habib Abdullah Al-Habsyi dari Pasuruan Jawa Timur, yang melihat pancaran cahaya di ufuk barat yang menjulang tinggi ke langit, sang habib pun penasaran, cahaya apakah itu? Tanya habib dalam hati.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru Beliau

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Pesantren

4.    Karomah
5.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
Syekh Armia merupakan putra bungsu dari Kyai Kurdi. Kakek beliau dikenal dengan nama Mbah Suraprana, tokoh yang dikenal kewaskitaannya. Sebelum beliau lahir, kakek beliau sudah pernah mengatakan kalau putra bungsu dari Kyai Kurdi ini kelak akan menjadi seorang tokoh besar dalam hal keilmuan dan kewalian.

1.1  Lahir
Syekh Armia lahir di Desa Cikura Kec. Bojong Kab. Tegal, dusun kecil yang berada di tengah hutan pegunungan lereng gunung Slamet sekitar tahun 1830-an. Tidak lama setelah kelahiran beliau, bapak beliau Kyai Kurdi wafat. Jadilah Kyai Armia anak bungsu yang yatim.

1.2 Riwayat Keluarga
Syekh Armia menikah dengan Nyai Aliyah. Dalam kehidupan rumah tangganya serba pas-pasan, tidak muluk-muluk. Padahal beliau adalah seorang kyai terkenal.

Menurut salah satu riwayat beliau baru berkenan menikah apabila sudah mendapat perintah dari Rasulullah SAW dan dipilihkan pasangan beliau.

1.3 Wafat
Syekh Armia wafat pada hari Rabu, 1 Mei 1935 atau bertepatan dengan 27 Muharram 1354. Beliau wafat meninggalkan putra=putri yang kemudian melanjutkan perjuangan membina umat Islam. Di antara putra-putri beliau:

  1. Kyai Sa'id,
  2. Kyai Abdul Khaliq,
  3. Kyai Sanadi,
  4. Nyai Aminah,
  5. Kyai Rois.

Baca Juga: Ziarah di Makam Syekh Armia bin Kyai Kurdi, Pendiri Pesantren At-Tauhidiyyah Cikura, Tegal

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Menurut salah satu riwayat, tempat pertama yang beliau singgahi adalah:

  1. Kesuben - Lebaksiu, Tegal,
  2. Sumpyuh – Banyumas,
  3. Tegal Gubug – Cirebon,
  4. Lemah Duwur - Tegal.

Di dua tempat terakhir beliau menimba ilmu kepada sosok ulama yang keduanya bernama Kyai Anwar.

Dalam riwayat lain dikatakan bahwa beliau menimba ilmu dari banyak guru yang tak terhitung jumlahnya, namun kebanyakan adalah wali mastur (ditutup/tidak nampak kewaliannya). Dalam belajar, setelah dirasa cukup oleh guru beliau maka beliau selalu diantarkan menuju ke guru yang lain dan terus berlanjut demikian.

Syekh Armia kembali ke kampung halaman setelah pencarian ilmu ketika usia beliau mencapai 60-an tahun.

2.1 Guru Beliau
Kyai Anwar

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Ada cerita bahwa semasa kecil Syekh Armia tinggal bersama paman dan bibi beliau. Kegiatan sehari-hari beliau mencari rumput dan kayu bakar di hutan untuk kebutuhan sehari-hari. Hal itu terus berlanjut sampai beliau dewasa.

Suatu hari di kala sedang mencari rumput dan kayu bak

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+