Nyai Rochimatul Ulya lahir di Desa Kauman, sebelah utara kompleks Masjid Agung Demak pada 12 September 1959 M. dari pasangan KH. Ahmad Fadholi dan Nyai Hj. Zaenab Mahmudah.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Nyai Rochimatul Ulya lahir di Desa Kauman, sebelah utara Kompleks Masjid Agung Demak tanggal 12 September 1959 M dari pasangan KH. Ahmad Fadholi dan Nyai Hj. Zaenab Mahmudah.
Ayahnya memiliki spirit yang besar dalam pengembangan dakwah di Kota Wali, pernah menjabat sebagai Kepala Kemenag Demak dan Ketua Takmir Masjid Agung Demak. Karena inilah mungkin di kemudian hari, sang anak menjadi salah satu pengemban dakwah dan penjaga Al-Qur'an di Magelang," kata Dosen Fakultas Agama Islam Unissula, H. Samsudin S.Ag M.Ag.
1.2 Riwayat Keluarga
Nyai Hj. Rochimatul Ulya menikah dengan KH. Hisyam Asy’ari, dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai putra-putri, yakni:
1. Nyai Hj. Nur Laila Hasun diperistri KH. Amarudin Shuheb Muhibbi,
2. KH. Muhammad Nurul Ula,
3. KH. Ahmad Nadzir Muhyidin,
4. Nyai Hj. Rahmatul Miladiyah,
5. KH. Ahmad Murtadho.
1.3 Wafat
Nyai Hj. Rochimatul Ulya dikenal sebagai sosok pekerja keras dan memiliki disiplin tinggi. Wafat dalam usia relatif muda, yakni 50 tahun, pada tanggal 9 September 2009. Sepeninggal Nyai Hj. Rochimatul Ulya, kini Pesantren diasuh oleh suami beserta putra-putri dan menantu.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Sepulang dari nyantri tahfizh di Pesantren BUQ (Bustanu Usysyaqil Qur’an) Demak, yang dibimbing langsung oleh Nyai R. Muhammad (Ibu dari KH. Harir Muhammad), dilanjutkan tabarrukan dengan KH. M. Arwani Amin Kudus.
2.2 Guru-Guru
1. KH. Ahmad Fadholi (ayah),
2. Nyai Hj. Zaenab Mahmudah (ibu),
3. Nyai R. Muhammad,
4. KH. M. Arwani Amin Kudus,
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren
Mengawali pengabdiannya, Nyai Hj. Rochimatul Ulya membuka pengajaran Al-Qur’an di rumahnya di sebuah perkampungan yang sejuk dan damai, Desa Cokro, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.
“Seiring berjalannya waktu, santri beliau makin bertambah banyak. Bahkan, bukan hanya dari Desa Cokro dan sekitarnya, tapi juga dari luar Kota Magelang. Rumah beliau tidak lagi cukup menampung para santri. Lalu, lahirlah gagasan untuk mendirikan Pesantren," jelas Samsudin.
Pada 1983 M Pesantren Rohmatullah didirikan di Desa Cokro, setelah mendapatkan restu dari seorang ulama besar yaitu KH. Hasan Asy'ari atau lebih populer dengan sebutan Mbah Mangli yang berdomisili tidak jauh dari Desa Cokro, yaitu di Lereng Gunung Andong Desa Girirejo, Ngablak Magelang.
"Bersama suaminya, KH. Hisyam Asy'ari, Pesantren Rohmatullah mencapai kemajuan serta mendapat dukungan dari masyarakat. KH. Hisyam Asy'ari pernah mengenyam pendidikan di sejumlah pesantren serta mempunyai lahan pekarangan yang luas. Di kalangan masyarakat Cokro dan sekitarnya, beliau dikenal memiliki sikap yang bersahaja, sehingga dis
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

