Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. M. Arwani Amin Said (Mbah Arwani Kudus)
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. M. Arwani Amin Said (Mbah Arwani Kudus)

1905 – 1994 M · 76.679 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. M. Arwani Amin Said lahir pada hari Selasa Kliwon pukul 11.00 siang tangga 15 Rajab 1323 H, bertepatan dengan 5 September 1905 M. di kampung Kerjasan, Kota Kudus, Jawa Tengah. Beliau merupakan putra dari pasangan H. Amin Said dan Hj.Wanifah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Pesantren
3.2  Murid-Murid
3.3  Menjadi Pimpinan JATMAN
3.4  Sosok Ahli Qur'an

4.    Teladan
5.    Chart Sisilah Beliau
6.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. M. Arwani Amin Said lahir pada hari Selasa Kliwon pukul 11.00 siang tanggal 15 Rajab 1323 H bertepatan dengan 5 September 1905 M di Kampung Kerjasan, Kota Kudus, Jawa Tengah. Beliau merupakan putra dari pasangan H. Amin Said dan Hj.Wanifah.

Nama asli beliau sebenarnya adalah Arwan. Tambahan “i” di belakang namanya menjadi “Arwani” itu baru dipergunakan sejak kepulangannya dari ibadah haji yang pertama pada tahun 1927. Sementara Amin bukanlah sebuah gelar, melainkan merupakan nama depan ayahnya, yakni H. Amin Sa’id.

KH. Arwani Amin adalah putra kedua dari 12 bersaudara, saudara-saudara beliau secara berurutan adalah Muzainah, Arwani Amin, Farkhan, Sholikhah, H. Abdul Muqsith, Khafidz, Ahmad Da’in, Ahmad Malikh, I’anah, Ni’mah, Muflikhah dan Ulya.

Dari sekian saudara Mbah Arwani (demikian panggilan akrab KH. M. Arwani Amin), yang dikenal sama-sama menekuni Al-Qur’an adalah Farkhan dan Ahmad Da’in. Ahmad Da’in, adiknya Mbah Arwani ini bahkan terkenal jenius, karena sudah hafal Al-Qur’an terlebih dahulu sebelum Mbah Arwani, yakni pada umur 9 tahun. Bahkan, adiknya itu telah menghafal Hadis Bukhari Muslim dan menguasai Bahasa Arab dan Inggris. Kecerdasan dan kejeniusan Da’in inilah yang menggugah Mbah Arwani dan adiknya Farkhan, terpacu lebih tekun belajar.

Konon, menurut KH. Sya’roni Ahmadi, kelebihan Mbah Arwani dan saudara-saudaranya adalah berkat orang tuanya yang senang membaca Al-Qur’an. Di mana orang tuanya selalu mengkhatamkan membaca Al-Qur’an meski tidak hafal. Selain barokah, orang tuanya yang cinta kepada Al-Qur’an, tapi juga KH. Arwani Amin sendiri adalah sosok yang sangat haus akan ilmu. Ini dibuktikan dengan perjalanan panjang beliau berkelana ke berbagai daerah untuk mondok, berguru pada ulama-ulama.

Semasa hidupnya, beliau juga mengajarkan Thariqoh Naqsyabandiyah Kholidiyah yang pusat kegiatannya bertempat di Masjid Kwanaran. Beliau memilih tempat ini karena suasana di sekeliling cukup sepi dan sejuk. Di samping itu tempatnya dekat perumahan dan Sungai Gelis yang airnya jernih untuk membantu penyediaan air untuk para peserta "kholwat".

1.2 Riwayat Keluarga
Mbah Arwani Kudus menikah dengan Ibu Nyai Hj. Naqiyul Khod. Beliau menikah pada tahun 1935 M di mana pada saat itu status beliau adalah seorang santri Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta. Ibu Naqi adalah putri Kudus, yang kebetulan cucu dari guru atau kyainya sendiri yaitu KH. Abdullah Sajad.

Dari pernikahannya dengan Nyai Naqiyul Khud ini, KH. M. Arwani Amin diberi dua putri dan dua p

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+