TGH. Abhar Muhyiddin adalah salah satu mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah melalui jalur KH. Mustain Romli Jombang yang kemudian ia sebar luaskan ajarannya ke wilayah Pugutan, Lombok Barat (sekarang Mataram).
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
3. Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Karier Beliau
4.2 Karya-karya Beliau
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
TGH. Abhar Muhyiddin adalah salah satu mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah melalui jalur KH. Mustain Romli Jombang yang kemudian ia sebar luaskan ajarannya ke wilayah Pugutan, Lombok Barat (sekarang Mataram).
Dilihat dari garis keturunannya, TGH. Abhar bukanlah orang sembarangan. Ayahnya, TGH. Muhyiddin Musallam bin TGH. Musallam dan ibunya, Siti Manna binti Syekh Jabar Linggae dari Banten, masing-masing merupakan keturunan ulama yang disegani.
1.2 Wafat
TGH. Abhar Muhyiddin wafat pada tanggal 1 syawal 1413 H atau yang bertepatan dengan tanggal 23 Maret 1993 M, TGH Abhar kembali kepada Sang Pencipta di usia 73 tahun. Jenazah TGH Abhar dishalatkan oleh para jamaah yang berdatangan dari berbagai daerah di Lombok.
Setelah selesai dishalatkan, jenazah dihantarkan ke peristirahatan terakhir di dekat masjid Pondok Pesantren Darul Falah yang berdekatan dengan makam istri tercintanya, yaitu Hj. Siti Zahrah.
1.3 Riwayat Keluarga
Beliau menikah dengan Hj. Siti Zahrah dan dikaruniai beberapa anak.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Sejak kecil, TGH Abhar memperoleh pendidikan dari ayahnya, yaitu TGH. Muhyiddin Musallam. Kemudian ia melanjutkan pendidikan formalnya di Sekolah Rakyat (SR) di Pagutan. Selanjutnya beliau juga belajar agama ke Darul Ulum Ampenan, yaitu madrasah setingkat Aliyah di bawah asuhan Sayyid Abdurrman Assegaf, ulama lulusan Universitas al-Azhar Kairo selama 12 tahun.
Selepas dari pendidikannya di Darul Ulum, TGH Abhar mendalami ilmu agama lebih jauh bersama dengan TGH. Saleh Hambali Bengkel untuk berguru kepada KH. Mustain Romli Jombang dan menekuni Thariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah. Sekembalinya dari Jombang,
2.2 Guru-Guru Beliau
- TGH. Muhyiddin Musallam
- Sayyid Abdurrman Assegaf, ulama lulusan Universitas al-Azhar Kairo.
- KH. Mustain Romli Jombang
2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
Pondok Pesantren Darul Falah berdiri di wilayah Pagutan – Lombok Barat (Sekarang Kota Mataram). Pada tahun 1950, sepulangnya TGH Abhar dari ibadah haji, ia mulai mendirikan majelis ilmu di serambi rumahnya yang hanya berukuran 6×3 M dan menamai pengajian tersebut dengan Darul Falah.
Mulanya, santri yang belajar di tempat ini hanya sekitar 35 orang yang berasal dari wilayah Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombo
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

