KH. Abdurrahman lahir di kampung Suburan Mranggen Demak tahun 1872 M. Ayahnya Kiai Kasidin yang dikenal juga dengan KH. Qosidil Haq merupakan seorang guru ngaji.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
3. Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Karier Beliau
4.2 Karya-karya Beliau
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Abdurrahman lahir di kampung Suburan Mranggen Demak tahun 1872 M. Ayahnya Kiai Kasidin yang dikenal juga dengan KH. Qosidil Haq merupakan seorang guru ngaji. Selain itu setiap harinya Kiai Qosidil Haq juga berkebun dan berdagang, serta menyewakan rumahnya untuk penginapan para pedagang yang datang dari luar kota.
1.2 Wafat
KH. Abdurrohman berpulang ke Rahmatullahi pada tanggal 12 Dzulhijjah 1360 H bertepatan pada tahun 1941 M dalam usia 70 tahun.
1.3 Riwayat Keluarga
KH. Abdurrahman beristri dua, tapi tidak poligami. Istri pertama Ibu Nyai Suripah ipar KH. Ibrohim Brumbung Mranggen dan dikaruniai empat orang putra namun semuanya dipanggil oleh Allah Swt, sewaktu masih kecil yakni setelah ibunya Suripah menghadap kehadirat Allah Swt.
Kemudian beliau berkenan menikah lagi dengan Hj. Shofiyyah (nama kecil Fatimah) binti KH. Abu Mi’roj bin Kiai Syamsudin Penggaron Genuk Semarang dan dikaruniai 11 Putra-putri antara lain:
- Hafsoh (lahir di kapal dalam perjalan menuju tanah suci, meninggal di Jakarta dalam perjalanan ke tanah air)
- KH Usman (wafat 1967)
- Bashiroh (meninggal sewaktu kecil)
- KH Muslih (Wafat tahun 1981)
- KH Murodi (Wafat tahun 1980)
- Rohmah (meninggal sewaktu kecil)
- KH Fathan (Wafat tahun 1945)
- KH Ahmad Muthohar (meninggal tahun 2005)
- Hj Rohmah Muniri (meninggal tahun 1988)
- Faqih (meninggal sewaktu kecil)
- Tasbihah Mukri (meninggal sewaktu kecil)
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Dalam hal pendidikan, sejak kecil beliau dididik dan dibimbing langsung oleh ayahnya sendiri, lalu setelah memasuki usia remaja beliau belajar di Pesantren Tayem, Purwodadi, Grobogan.
KH. Abdurrahman juga pernahmondok di sebuah pesantren yang berada di seberang sungai Brantas Kediri Jawa Timur. Setelah pulang dari Jawa Timur, beliau berguru pada KH. Abu Mi’raj di Kampung Sapen, Penggaron, Genuk, Kota Semarang, hingga akhirnya beliau dijodohkan dengan putrinya yaitu Nyai Hajjah Shofiyah Abu Mi’raj.
KH. Abdurrahman sempat berguru pula pada KH. Sholeh Darat, seorang ulama besar kenamaan dari Semarang. Juga berguru pada KH. Ibrohim Brumbung Mranggen.
2.2 Guru-Guru Beliau saat menuntut ilmu
- Kyai Kasidin (Ayah Beliau )
- KH. Abu Mi’raj
- KH. Sholeh Darat
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

