Beliau dilahirkan bukan asli dari Mranggen tetapi dari sebuah kota metropolitan Semarang tepatnya di daerah Terboyo pada tahun 1839 M putra dari Raden Thohir bin Yudo Negoro alias raden Syahid bin Raden Surohadi Menggolo alias Sayyid Muhammad
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi KH. Ibrohim Brumbungan Demak
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Perjalanan Menuntut Ilmu
2.2 Guru
2.3 Cikal Bakal Berdirinya Ponpes Ibrohimiyyah
3. Penerus
3.1 Anak-anak
3.2 Murid
4. Teladan
4.1 Tirakat
4.2 Jiwa Sosial yang Tinggi
5. Filosofi Makan Berjamaah Bersama Keluarga
6. Tanda-tanda Orang Berpengaruh dan Penyebar Ajaran Islam
7. Menolak Kerjasama dengan Belanda
9. Chart Silsilah
9.1 Chart Silsilah Sanad
10. Referensi
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
Beliau dilahirkan bukan asli dari Mranggen tetapi dari sebuah kota metropolitan Semarang tepatnya di daerah Terboyo pada tahun 1839 M putra dari Raden Thohir bin Yudo Negoro alias raden Syahid bin Raden Surohadi Menggolo alias Sayyid Muhammad. Raden Surohadi Menggolo ini juga dikenal dengan sebutan Kanjeng Sunan Terboyo, makamnya berada tepat dibelakang Masjid Terboyo Semarang.
1.2 Wafat
KH. Ibrahim Brumbungan di panggil menghadap kehadirat Allah SWT pada hari selasa kliwon bulan shafar 1426 H Jam 11.45 WIB.
1.3 Keluarga
Dalam perjalanan panjang dan ayunan langkah kaki yang belum sempat henti tepatnya di daerah Ngemplak sebelah utara desa Brumbung bertemulah beliau dengan pengikat hati yang dengan lembut melontarkan salam nan penuh kesejukan, sesaat terhentak beliau ingat akan pesan orang tuanya, sehingga beliau meminang dan menikahinya. Sang bidadari qurrata a’yun itu adalah Nyai Hajah Janah yang bertempat tinggal di desa Ngemplak.
Kemudian untuk sementara waktu syeh Ibrahim berada (Ngenger) di kediaman rumah mertuanya di desa ngemplak yang sekarang masuk wilayah kecamatan Mranggen.
Perjalanan hidup berumah tangga dengan nyai hajah Jannah yang menetap di desa Brumbung, Beliau Syekh ibrahim di karuniai seorang putra penerus perjuangan yaitu KH Thoyib yang juga memiliki seorang putra al ‘allamah KH Wahab Mahfudzi, yang kecerdasan dan kewira’iannya telah mewarisi dari kakeknya Syekh Ibrahim, beliaulah KH wahab Mahfudzi pendiri Pondok Pesantren Assyarifah yang letaknya sebelah barat pondok Pesantren Ibrohimiyyah.
Bendera jihad masih berkibar, semang
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

