Biografi KH. Muhammad Dainawi Muara Enim
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
3. Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Karier Beliau
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
K.H Muhammad Dainawi Gerentam Boemi adalah putera pertama dari 9 bersaudara, dari pasangan ayahanda KH. Boenyamin Thohir Al-Hafidz dan ibunda Hj. Sab’ah Abdul Muttalib.
1.2 Riwayat Keluarga
Beliau menikah dengan seorang wanita sholeh bernama Hj. Nurkasmawati Abdullah, S. Pd.I (Guru Pesantren dan Wira Usaha) dan dikaruniai Putra-putri, di antaranya :
- H. Muhammad Mutawwalli, S.In, M.Si (S2 UI Jakarta)
- H. Imam Al-Haramain, S.HI (Masyru’ Sy. Ahmad Muhammad Al-Maliki Makkah Al-Mukarromah)
- Ahmad Mujtaba, SE, S.Th.I (S2 Magister Studi Islam UII Yogyakarta)
- H. Aunu Athaillah, S.HI. Al-Hafidz (Rubath Tarim Republik Yaman)
- Hj. Hujjatul Baligha, Lc. Al-Hafidzah (S1 Al-Azhar Kairo Mesir)
- Sibghatun Ni’mah, S. Fam. Apt. Al-Hafidzah (S1 UII Yokjakarta)
- Ahmad Muzaffar (Mahasiswa Hubungan Internasional di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta)
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Beliau memulai pendidikan pertama di desa kelahiran, Pajar Bulan Semende Darat Tengah, mengaji kepada Ulama’ Semende diantaranya ayah beliau sendiri KH. Boenyamin Thohir Al-Hafidz, Mu’allim Basroh, KH. Hasan, KH. Yusuf dan KH. Abdul Jabbar. Setelah menempuh pendidikan formal Sekolah Dasar di desa Pajar Bulan dan Sekolah Menengah Pertama di Desa Pulau Panggung, Kyai Gerentam remaja melanjutkan pengembaraan ilmu ke tanah Jawa, tepatnya di Lembaga Pon-Pes Darul Hadist Al-Fiqhiyah Kota Malang Jawa Timur, di bawah asuhan Prof. Dr. Al-Muhadist Al-Habib Abdullah Bin Abdul Qodir Bil Faqih selama 9 tahun, menyempatkan diri menyelesaikan pendidikan formal satara SMA, di Madrasah Mu’allimin Nahdahatul Ulama Kota Malang tersebut.
Selanjutnya pada tahun 1977 M beliau kembali melakukan pengembaraan ilmu ke Bumi Al-Haramain: 2 kota suci umat Islam Makkah Al-Mukarramah dan Madinah Al-Munawwarah di bawah asuhan Prof. Dr. Al-Muhadist Al-Habib Muhammad Bin Alawi Al-Maliki serta beberapa Ulama Makkah saat itu, diantaranya: Syaikh Abdullah Al-Lahji, Syaikh Abdullah Dardum, Syaikh Ahmad Jabir Jubran, Syaikh Isma’il Zain, Habib Ahmad Masyhur Al-Haddad, Habib Abdul Qodir Ahmad As-Seggaf, Syaikh Hasan Al-Masyath, Syaikh Yasin Al-Padani dan lain-lain sampai pada tahun 1983 H.
2.2 Guru-Guru beliau saatmenimba ilmu di antaranya:
- KH. Boenyamin Thohir Al-Hafidz
- Mu’allim Basroh
- KH. Hasan
- KH. Yusuf
- KH. Abdul Jabbar
- Prof. Dr. Al-Muhadist Al-Habib Abdullah Bin Abdul Qodir Bil Faq
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

