Syekh Yasin al-Faddani ulama Padang Sumatera Barat
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Madrasah Darul-Ulum
3 Penerus Beliau
3.1 Putera-puteri Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
5 Kisah Teladan
5.1 Sosok Sederhana
5.2 Tawadu dan Alim
6 Karomah
6.1 Menguji Kewalian Syekh Yasin Al Faddani
6.2 Memberi Petunjuk KH. Hamid dari Mekkah
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Nama lengkap beliau adalah Abu al-Faydl ‘Alam al-Din Muhammad Yasin ibn Muhammad ‘Isa al-Fadani. Ulama keturunan Padang. Mufti (pemberi fatwa) mazhab Syafi’i di Mekah, dan penulis beberapa literature khazanaha keislaman. Lahir pada tahun 1335 H./ 1915 M.
1.2 Riwayat Keluarga
Begitu giatnya Syekh Yasin al-Faddani menuntut ilmu sampai-sampai hampir “lupa” menikah. Padahal, saat itu usianya sudah mau menginjak kepala empat. Ini lantas menjadi pikiran orang tuanya dan juga para rekan sejawat. Demikian pula, tidak sedikit kalangan elite terpelajar Haramain yang berkeinginan menjadikannya menantu lantaran besarnya nama baik yang melekat pada diri Syekh Yasin al-Faddani. Syekh Yasin al-Faddani menikah di usia 40 tahun, beliau meninggalkan seorang istri dan empat orang putra.
1.3 Wafat
21 Juli 1990 Syekh Yasin Al-Fadani dipanggil menghadap Allah SWT, seluruh dunia merasa kehilangan sosok ulama hadist yang mumpuni dan menjadi sumber rujukan ilmu. Dan kebesaran Allah ditampakan oleh para hadirin yang hadir dalam prosesi penguburan ulama besar tersebut.
Begitu Jenazah dimasukkan ke liang lahat bukan liang yang sempit dan lembab yang tampak tapi liang tersebut berubah menjadi lapangan yang luas membentang disertai dengan semerbak wewangian yang harum dan menyegarkan.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Syekh Yasin mulai belajar dengan ayahnya Syekh Muhammad Isa, kemudian dilanjutkan ke Ash-Shautiyyah guru-gurunya antara lain Syekh Muhktar Usman, Syekh Hasan Al-Masysath, Habib Muhsin bin Ali Al-Musawa.
Sekitar tahun 1934 terjadi konflik yang menyangkut nasionalisme, direktur Ash-Shautiyyah telah menyinggung beberapa pelajar asal Asia Tenggara terutama dari Indonesia, maka Syekh Yasin mengemukakan ide untuk mendirikan Madrasah Darul Ulum di Mekkah, banyak dari pelajar Ash-Shautiyyah yang berbondong-bondong pindah ke Madrasah Darul Ulum, padahal madrasah tersebut belum lama didirikan.
Syekh y
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

