Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Dzikron Abdullah, Pendiri Pesantren Addainuriyah 2 Semarang
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Dzikron Abdullah, Pendiri Pesantren Addainuriyah 2 Semarang

lahir 1950 M · 7.566 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Dzikron Abdullah Semarang, Beliau adalah anak kedua dari sembilan bersaudara. Ayahnya bernama KH. Abdullah Dainurry dan ibunya bernama Nyai Fatmah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Pesantren

4.    Perjalanan Karir dan Organisasi
5.    Referensi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
KH. Dzikron Abdullah lahir pada tanggal 3 Februari 1950 M, di Semarang. Beliau merupakan anak kedua dari sembilan bersaudara, dari pasangan KH. Abdullah Dainurry dengan Nyai Hj. Fatmah.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Dzikron Abdullah menikah dengan Nyai Hj. Siti Umaeroh, dari pernikahannya, beliau dikaruniai enam anak, di antaranya: Ahmad Zaki, Azmi Muttaqin, Naili Anafah, Ato’ Silmi, Muhammad Altof, dan Muhammad Azka.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Sejak kecil Kyai Dzikron Abdullah dan saudara-saudaranya sudah dididik oleh ayahnya untuk belajar ilmu agama. (KH. Abdulllah Dainury (Alm) orang tua Kyai Dzikron Abdullah dulu berprofesi sebagai Dosen UIN Walisongo dan juga sekarang pengasuh Pondok Pesantren Ad-Dainuriyah 2 Semarang, beliau selalu memotivasi semua santri-santrinya untuk belajar dan lebih mementingkan pendidikan agama.

Berawal dari keinginan yang kuat dan didikan dari ayahnya memberikan pengajaran berupa ilmu dasar membaca kitab, menjadikan Kyai Dzikron Abdullah maupun semua anaknya dapat membaca kitab-kitab sehingga dapat memahami, menguasai, dan mengajarkannya isi kandungan dan penjelasan berbagai kitab seperti Al-Maraghi (Tafsir), Al-Hikam (Tasawuf), Nashaihul Ibad (Akhlak), Kifayatul Akhyar (Fiqih) dan lain-lainya. Beliau juga pernah mondok atau nyantri di Pesantren Kajen Margoyoso Pati.

Merasa belum puas dengan pendidikan SMA, Kyai Dzikron Abdullah melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi yaitu masuk di IAIN Walisongo, Fakultas Dakwah Jurusan Manajemen Dakwah.

Ketertarikanya untuk kuliah dikarenakan oleh orangtuanya untuk selalu belajar pendidikan folmal juga, dan dimasa kuliah beliau mengikuti atau bergabung dalam organisasi mahasiswa yaitu organisasi ektra–kampus menjadi anggota Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

2.2 Guru
KH. Abdullah Dainurry,

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah

3.1 Mendirikan Pesantren
Pondok Pesantren Addainuriyah 2 berawal dari pengajian Jumat yang bertempat di Serambi Rumah Penjaga (1980). Modul amatan di kala itu sedang terbatas pada pengertian Al-Qur'an diiringi dengan pertanyaan jawab. Terus menjadi hari jama'ah pengajian lalu meningkat sehabis lewat bermacam estimasi badan ta'lim ini dipindah pada malam Senin (berjalan sampai saat ini). Amatan kitabpun mulai ditambah, ialah amatan kebatinan (Buku Syarah Hikam) serta amatan fiqih (buku Fathul Muin).

Kemajuan pengajian bertambah mencuat buah pikiran buat mendirikan pondok pesantren. Sampai pada tahun 1989 pembangunan langkah pertama juga dilak

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+