Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Muhsonudin, Pendiri Pesantren Mamba'ul Huda, Magelang
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Muhsonudin, Pendiri Pesantren Mamba'ul Huda, Magelang

1934 – 1995 M · 3.339 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Menurut sejarah, saat KH. Muhsonudin menemui gurunya di Pesantren Tegalrejo, Magelang kepada KH. Chudlori meminta izin atas kesungguhannya mengaji suatu kitab nahwu yang bernama Al-Fiyyah, sebelum Beliau sampai rumah kediamannya untuk menghafal 1003 nadzom waktu sepulang perjalanan kaki, telah terhafalkan dalam hitungan jam.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Pesantren

4.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 

1.1 Lahir
KH. Muhsonudin adalah seorang Pendiri Pondok Pesantren Mamba’ul Huda. Beliau lahir pada tanggal 13 Februari tahun 1934 di Desa Kaliabu (sebuah desa yang berada pada Kecamatan Salaman bagian Barat Daya dari Kota Magelang).

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Muhsonudin menikah dengan Nyai Nurul Istiqomah, mereka bersama-sama mengabdikan dirinya kepada masyarakat dengan cara menyelenggarakan pendidikan Islam di pesantren yang disinggahinya.

Dari pernikahannya, KH. Muhsonudin dengan Nyai Nurul Istiqomah dikaruniai 6 anak, yaitu: KH. Muhammad Nurul Huda, Nyai Aslikhatul Fuadah (Kepala Sekolah SMK Al-Huda Salaman), KH. Imam Khafid Ubaidillah (Pengasuh Asrama Putri Pondok Pesantren Mamba’ul Huda II), Nyai Etik Mustafidah, KH. Muhammad Aminuddin (Pengasuh Asrama Putra Pondok Pesantren Mamba’ul Huda Pusat), KH. Hamid Zen (Pengasuh Asrama Pondok Pesantren Sabiluttaqwa / Mamba’ul Huda II).

1.3 Wafat
KH. Muhsonudin wafat pada hari malam Jumat Pon 22 Rajab 1416 H/15 Desember tahun 1995. Beliau dimakamkan di Pemakaman Dusun Ngampel, Desa Kaliabu, Salaman, Magelang.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Sejak usia kecil, beliau dibimbing oleh orang tuanya dengan pendidikan ilmu agama. Kedua orang tuanya memang sangat suka kepada orang-orang yang mau belajar ilmu agama. Dalam riwayat pendidikannya diketahui bahwa beliau belajar ilmu ke Pesantren Raudlatul Ulum Kencong yang berada di Kota Kediri, Jawa Timur pada pendidikan terakhirnya, di bawah asuhan Simbah Zamrodji Sairoji atau KH. Zamrodji.

Sebelum melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantaren Raudlatul Ulum Kencong Kota Kediri, beliau menghabiskan usia mudanya dengan belajar ilmu, dalam wilayah Magelang sebagai tanah kelahiran dan berbagai ulama pesantren Jawa Tengah. Seperti di Pesantren Al-Huda (Sugian Tua) yang berada di Desa Sidowangi, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang pernah disinggahi olehnya pada masa awal kejayaan pendidikan yang diasuh oleh KH. Bachri atau Simbah Bachri.

Menurut sejarah, saat KH. Muhsonudin menemui gurunya di Pesantren Tegalrejo, Magelang kepada KH. Chudlori meminta izin atas kesungguhannya mengaji suatu kitab nahwu yang bernama Al-Fiyyah, sebelum beliau sampai rumah kediamannya untuk menghafal 1003 nadzom waktu sepulang perjalanan kaki, telah terhafalkan dalam hitungan jam.

2.2 Guru-Guru
1. KH. Zamrodji Sairoji

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+