Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Mahmud Hashil, Pendiri pesantren Sunan Jati Palangkaraya
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Mahmud Hashil, Pendiri pesantren Sunan Jati Palangkaraya

lahir 1950 M · 3.924 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Mahmud Hashil bin Muhammad Hashil, beliau dilahirkan di Banjarmasin pada tahun 1950. Beliau lahir dari keluarga yang cukup sederhana, kedua orang tuanya berasal dari Madura, di daerah Bangkalan. Orangtuanya Bernama Muhammad Hashil dan ibuknya bernama Fatimah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru Beliau
2.3  Mendirikan Pondok Pesantren

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Karier Beliau
3.2  Karya Beliau

4.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 

1.1 Lahir
KH. Mahmud Hashil bin Muhammad Hashil, beliau dilahirkan di Banjarmasin pada tahun 1950. Beliau lahir dari keluarga yang cukup sederhana, kedua orang tuanya berasal dari Madura, di daerah Bangkalan. Orangtuanya Bernama, Ayahanda Muhammad Hashil dan ibundanya bernama Fatimah.

Beliau dididik oleh ayahnya  dan dimasukkan ke pondok pesantren Darussalam Martapura dari tahun 1964 sampai selesai menempuh pendidikan di pesantren tersebut pada tahun 1973.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Mahmud menikah dengan seorang wanita sholehah dan dari pernikahan itu dikaruniai anak sebanyak 13 orang terdiri dari 3 orang laki-laki dan 10 orang perempuan.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.2 Guru-Guru beliau Sewaktu Menuntut Ilmu di antaranya:

  1. KH. Muhammad Sya‟rani Arif atau Tuan Guru Anang Sya‟rani
  2. KH. Salim Ma‟ruf
  3. Tuan Guru Semman Mulia
  4. Tuan Guru Husin Dahlan 
  5. Tuan Guru Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul)
  6. Tuan Guru KH. Abdul Syukur
  7. Tuan Guru KH. Anang Ramli, Bati-Bati, Kalimantan Selatan

2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
KH. Mahmud Hashil di Palangkaraya juga mendirikan serta menjadi pengasuh sebuah pondok pesantren yang diberi nama “Pesantren Sunan Jati”, disamping beliau juga membangun pengajian umum di pondok tersebut yang rutin dilangsungkan pada malam rabu dikenal dengan nama “Majelis Ta‟līm Ubūdiyah” yang menurut orang majelis tersebut

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+