Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani (Guru Sekumpul)
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani (Guru Sekumpul)

1942 – 2005 M · 200.222 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani atau yang biasa disebut Guru Ijai atau Guru Sekumpul lahir pada malam Rabu 27 Muharram 1361 H atau bertepatan dengan 11 Februari 1942 M di Desa Tunggulirang Seberang, Martapura, Kalimantan Selatan.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Keistimewaan
4.    Karomah
5.    Pesan-Pesan
6.    Karya-Karya
7.    Chart Silsilah Sanad
8.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani atau yang biasa disebut Guru Ijai atau Guru Sekumpul lahir pada malam Rabu, 27 Muharram 1361 H/11 Februari 1942 M di Desa Tunggulirang Seberang, Martapura, Kalimantan Selatan.

Silsilah Guru Sekumpul dari jalur ayah bisa disebutkan bahwa beliau adalah putra dari Al-‘Arif Billah Abdul Ghani bin Haji Abdul Manaf bin Muhammad Seman bin Haji Muhammad Sa’ad bin Haji Abdullah bin Al-’Alimul ‘Allamah Mufti Khalid bin Al’-Alimul ‘Allamah Khalifah Haji Hasanuddin bin Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Diceritakan bahwa ketika Guru Sekumpul tinggal di Desa Tunggulirang, beliau tidak menyusu kepada ibunya, melainkan hanya mengisap air liur Al’Arif Billah H. Abdurrahman atau Haji Adu hingga kenyang selama empat puluh hari.

Sewaktu kecil, Guru Sekumpul diberi nama Qusyairi. Beliau adalah salah seorang anak yang terpelihara (mahfudz). Sifat pembawaan beliau dari kecil berbeda dengan yang lain. Konon, diceriakan bahwa beliau tidak pernah bermimpi basah (ihtilam).

Sedari kecil beliau selalu berada di samping kedua orang tua dan neneknya yang bernama Salbiah. Beliau dibimbing dengan penuh kasih sayang dan sangat disiplin dalam pendidikan agama. Sejak dini, kedua orang tua dan nenek beliau sudah menanamkan nilai-nilai ketauhidan dan akhlak yang mulia. Selain itu, juga ditanaman nilai-nilai Qur’ani dengan mengajarinya Al-Qur’an.

KH. Abdul Ghani bin Abdul Manaf, adalah juga seorang pemuda yang sholeh dan sabar dalam menghadapi segala situasi dan sangat kuat dengan menyembunyikan cerita dan cobaan.

Ayahnya itu dikenal sebagai orang yang tidak pernah mengeluh kepada siapapun. Kisah keluarga ayahnya ini banyak diketahui oleh masyarakat. Saat masih kecil, keluarga ayahnya yang terdiri dari empat orang, hanya makan satu nasi bungkus dengan lauk satu biji telur dibagi empat. Tak pernah satu kali pun di antara mereka yang mengeluh, termasuk ayahnya itu.

1.2 Wafat
KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani sempat dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, selama 10 hari. Saat itu kondisinya semakin kritis, lalu pada tanggal 9 Agustus 2005, (Selasa malam) sekitar pukul 20.30, KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani pulang ke Tanah Air dan tiba di Bandar Udara Syamsuddin Noor, Banjarbaru, dengan menggunakan pesawat carter F-28.  

Pada tanggal 10 Agustus 2005 (Rabu pagi) pukul 05.10, KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani menghembuskan nafas terakhir da

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+