KH. Abdul Kabir lahir di Kampung Kadu Genep Desa Kadu Genep, Petir Kawedanan Pamarayan dari ibu Hj. Kanah binti Jarman dan ayah H. Marjuk bin H. Madi pada tahun 1916 M. KH. Abdul Kabir, Pendiri Pesantren Nurul Falah, Serang
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
3. Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Karier Beliau
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Abdul Kabir lahir di Kampung Kadu Genep Desa Kadu Genep, Petir Kawedanan Pamarayan dari ibu Hj. Kanah binti Jarman dan ayah H. Marjuk bin H. Madi pada tahun 1916 M. Waktu beliau dilahirkan diberi nama oleh orangtuanya bernama Jaya Sunawiri.
1.2 Wafat
KH. Abdul Kabir berpulang pada Rahmatullahi pada hari Jum’at 22 Agustus 1975, jenazah beliau dikebumikan di samping rumahnya di area Pesantren Nurul Falah.
1.3 Riwayat Keluarga
KH. Abdul Kabir menikah dengan Hj. Syukraeni dan dikaruniai putra-putri di antaranya:
- Hj. Robiatul Adawiyah
- Hj. Bahirah, B.A.
- Sodru Syahid (alm)
- KH. Ito Athoillah, S.Pd.I.
- KH. Idy Faridi Hakim, L.M.L., S.H. (alm)
- Tuti Siti Ratnuti, S.Pd.I.
- Drs. A.M. Dasturi
- KH. Ubaidillah Kabier, S.E.
- Dail Ma’ruf (alm)
- Dra. Ida Mudzakirotul Ummah, M.Pd.
- Ir. Dail Umamil Asri, M.Eg.
- Shofa Raunda Shofro, S.H, S.Pn.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Menginjak usia remaja, setelah mendapat didikan dari Kyai Ghozali Cigodeg, KH. Abdul Kabir menuntut ilmu di pesantren di Warung Gunung di bawah asuhan Kyai Idris, kemudian pindah ke daerah Serang, ngaji ke Kyai Iding.
Dari Banten KH. Abdul Kabir pergi mesantren di Gentur, pindah lagi ke Plered Purwakarta hingga belajar di bawah asuhan KH. Jamil Buntet Cirebon. Sehingga dalam kurun beberapa tahun sebelum berangkat ke Tebuireng Jombang Jawa Timur, santri bernama Jaya Sunawiri (KH. Abdul Kabir) ini total mengaji ke 40 kyai pengasuh pesantren dari Banten hingga Cirebon.
Tahun 1939 Jaya Sunawiri (KH. Abdul Kabir) berangkat ke Pesantren Tebuireng atas restu ibunya untuk ngaji kepada Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari (saat itu KH. Hasyim Asy’ari sudah masyhur). Ibu beliau menginginkan agar anaknya kelak menjadi orang yang berillmu berguna untuk bangsa dan negaranya. Jaya Sunawiri (KH. Abdul Kabir) diterima baik oleh Hadratussyaikh untuk menjadi santrinya. Hingga sampai 4 tahun lamanya menuntut ilmu-ilmu agama kepada Hadrstussyaikh. Dua belas Fan ilmu agama mampu dikuasi oleh KH. Abdul Kabir berdasarkan ketekunan dan keuletannya dalam menimba ilmu.
Melihat potensi besar dalam diri Jaya Sunawiri (KH. Abdul Kabir), akhirnya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asyari merubah nama Jaya Sunawiri menjadi Abdul Kabir dengan harapan agar santrinya ini menjadi ulama besar atau tokoh besar yang dihormati oleh masyarakat Banten, serta dengan maksud agar KH. Abdul Kabir mampu membesarkan NU di Karesidenan Banten.
2.2 Guru-Guru
- H. Marjuk
- Kyai Ghozali Cigodeg
- Kyai Idris
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

