Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Abbas Djamil Buntet
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Abbas Djamil Buntet

lahir 1879 M · 31.299 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Abbas Djamil Buntet lahir pada hari Jumat 24 Zulhijah 1300 H atau 1879 M di desa Pekalangan, Cirebon. Beliau merupakan putra sulung KH. Abdul Jamil

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1   Riwayat Hidup dan Keluarga KH. Abbas Djamil Buntet

1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga KH. Abbas Djamil Buntet
1.3 Wafat

2   Sanad Ilmu dan Pendidikan KH. Abbas Djamil Buntet

2.1 Guru-Guru Beliau

3   Penerus Beliau

3.1 Anak-anak Beliau
3.2 Murid-murid Beliau

4    Perjalanan Hidup dan Dakwah KH. Abbas Djamil Buntet

4.1. Sekilas Berdirinya Pesantren Buntet
4.2. Perjalanan Menuntut Ilmu KH. Abbas Djamil Buntet
4.3. Menjadi Pengasuh Pesantren Buntet
4.4. Jasa-jasa KH. Abbas Djamil Buntet
4.5. Peranan KH. Abbas Djamil Buntet di Nahdlatul Ulama (NU)

5.   Karomah KH. Abbas Djamil Buntet

6    Keteladanan KH. Abbas Djamil Buntet 

7    Chart Silsilah Sanad

8    Referensi

 

1. Riwayat Hidup dan Keluarga KH. Abbas Djamil Buntet

1.1 Lahir

KH. Abbas Djamil Buntet lahir pada hari Jumat 24 Zulhijah 1300 H atau 1879 M di desa Pekalangan, Cirebon. Beliau merupakan putra sulung KH. Abdul Jamil. Jalur nasab dari sang ayah, beliau merupakan turunan dari KH. Muta’ad yang tak lain adalah menantu pendiri Pesantren Buntet, yakni Mbah Muqayyim salah seorang mufti di Kesultanan Cirebon.

1.2 Riwayat Keluarga KH. Abbas Djamil Buntet

Beliau memiliki dua orang istri, yakni Nyai Asiah dan Nyai Zaenah. Dari pernikahan tersebut beliau dikarunia putra diantaranya adalah :

  1. KH Mustahdi
  2. KH Mustamid
  3. KH Abdullah
  4. KH. Nahduddin Royandi.

1.3 Wafat

Pada hari Ahad 1 Rabi’ul Awwal 1365 H/1946 M, di usia 64 tahun, KH. Abbas Djamil Buntet dipanggil ke haribaan sang Khaliq setelah menunaikan ibadah shalat Subuh dan dibumikan di pemakaman pesantren Buntet. Beliau sangat terkejut dan kecewa dengan terjadinya penandatanganan dalam perjanjian Linggarjati tahun 1946. sebagai seorang pejuang yang langsung terjun di lapangan untuk bergabung dalam tentara Sabilillah, beliau sangat kecewa dengan hasil perundingan tersebut, sebab hasil perundingan antara pemerintahan Republik Indonesia dan imperialis Belanda banyak mengecewakan pihak tentara Republik Indonesia.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan KH. Abbas Djamil Buntet

KH. Abbas Djamil Buntet memulai pendidikannya dengan belajar kepada ayahnya sendiri, KH. Abdul Jamil. . Setelah menguasai dasar-dasar ilmu agama baru beliau melanjutkan menuntut Ilmu di beberapa Pesantren.

2.1 Guru-Guru Beliau

Guru-guru beliau adalah :

  1. KH. Nasuha Sukansari (Plered)
  2. KH. Hasan Jatisari (Weru)
  3. KH. Ubaidah (Tegal).
  4. KH. Hasyim Asyari.

Di Masjid al-Haram Makkah, beliau berguru kepada :

  1. Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi
  2. Syekh Ahmad Zubaidi

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+