KH. Sujadi merupakan santri Pesantren Al- Asy’ariyah Kalibeber wonosobo Jawa Tengah asuhan KH Muntaha al-Hafidz. Setelah menamatkan pendidikan pesantren, ia didawuhi (diperintah) oleh kiainya untuk hijrah dan berdakwah di Provinsi Lampung.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Karier
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Sujadi lahir pada 10 Juni 1960 di Bantir, Temanggung, Jawa Tengah.
1.3 Riwayat Keluarga
Beliau menikah dengan wanita sholehah bernama Hj. Nur Rohmah, dari pernikahan mereka dikaruniai beberapa anak putera dan puteri antara lain:
- Ahmad Darojat
- Istamar
- Agus Rosyid
- Faiqoh Mutmainah
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Sujadi merupakan santri Pesantren Al- Asy’ariyah Kalibeber, Wonosobo Jawa Tengah asuhan KH. Muntaha al-Hafidz. Setelah menamatkan pendidikan pesantren, beliau didawuhi (diperintah) oleh kyainya untuk hijrah dan berdakwah di Provinsi Lampung.
2.2 Guru beliau saat menuntut ilmu di antaranya:
KH. Muntaha al-Hafidz
2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
Pesantren Nurul Ummah Pringsewu adalah lembaga pendidikan islam berasrama yang didirikan oleh KH. Sujadi di Desa Gemahripah, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Lampung.
Seiring perkembangan waktu Pesantren Nurul Ummah Pringsewu kini telah berkembang pesat telah memiliki lembaga pendidikan formal di antaranya: SMP, dan SMK
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren, KH Sujadi mendapat perintah dari gurunya untuk berhijrah dan berdakwah di Provinsi Lampung. Perjalanan ini merupakan langkah awal dalam misi dakwahnya yang penuh tantangan. Awalnya, KH Sujadi tinggal sebagai marbot di Masjid Al-Ishlah Pagelaran, di mana beliau mulai aktif berdakwah dan terlibat dalam berbagai kegiatan keagamaan.
Pada masa pandemi Covid-19, KH Sujadi tetap aktif dalam dakwah dengan memanfaatkan teknologi. Pengajian dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom setiap pagi pukul 5-6 pagi. Pengajian ini dapat diakses oleh siapa saja, sehingga syiar dakwahnya semakin meluas meskipun dalam situasi terbatas.
KH Sujadi selalu memegang prinsip bahwa berkhidmah di Nahdlatul Ulama adalah tugas para santri. Beliau menganalogikan peran NU seperti memainkan bola yang bisa membawa kesejahteraan jika diolah dengan baik, atau sebaliknya bisa menjadi mudarat jika tidak dijaga dengan baik. Prinsip ini tercermin dalam setiap langkah pengabdiannya, baik di organisasi, politik, maupun dalam kehidupan sehari-hari.
3.1 Karier
Karier Profesional
- Anggota DPD/MPR RI periode (2004-2009)
- Wakil Bupati Tanggamus (2008-2011)
- Bupati Pringsewu periode 2011-2016
- terpilih kembali menjadi Bupati Pringsewu periode kedua (2017-2022)
- Pengasuh pesantren
Karier Organis
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

