Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Muntaha Al-Hafizh, Pendiri Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Muntaha Al-Hafizh, Pendiri Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo

1912 – 2004 M · 37.988 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Muntaha Al-Hafizh ikut memberi sumbangan dalam pemikiran Islam dengan membentuk "Tim Sembilan" yang terdiri dari Kyai-kyai muda dari Pondok Pesantren Al-Asy'ariyah, yang bertujuan untuk menyusun Tafsir Al-Maudhu'i (tematik) dalam bahasa Indonesia.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Menjadi Pengasuh Pesantren
3.2  Mendirikan Lembaga Pendidikan

4.    Teladan
5.    Karomah
6.    Karya-Karya
7.    Chart Silsilah Sanad

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Muntaha Al-Hafizh atau akrab dipanggil Mbah Muntaha lahir pada tanggal 9 Juli 1912 M. di Desa Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, beliau merupakan putra ketiga dari KH. Asy’ari bin Kyai Abdurrahim bin Kyai Muntaha bin Nida Muhammad. Ibunda KH. Muntaha yakni Nyai Hj. Safinah. Saudara Kandung KH. Muntaha yakni:

  1. KH. Mustangin,
  2. KH. Murtadho,
  3. KH. Muntaha,
  4. KH. Mudastsir,
  5. Nyai Hj. Maziyah.

1.2 Wafat
KH. Muntaha Al-Hafizh wafat di RSU Tlogorejo Semarang, pada Hari Rabu, 29 Desember 2004 dalam usia 94 tahun.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Kyai Muntaha lahir di lingkungan Pesantren, Kyai Muntaha banyak memperoleh didikan agama langsung dari sang Ayah dan Ibundanya seperti membaca Al-Qur’an dan ilmu-ilmu ke-Islaman. Kedua orang tuanya memang dikenal sangat telaten dan sabar dalam mendidikan putra-putrinya.

Selanjutnya dari Kalibeber, Kyai Muntaha memulai perjalanan menuntut ilmunya ke berbagai pesantren di tanah air. Kyai Muntaha sebagaimana umumnya santri di zaman itu, berkenala untuk mencari ilmu dari pesantren ke pesantren lainnya.

Ada satu hal sangat menarik berkait dan dengan proses pencarian ilmu Kyai Muntaha saat berusia belia. Ketika Kyai Muntaha berangkat menuntut ilmu ke Pesantren KaliwunguPesantren Krapyak, dan Pesantren Tremas, selalu menempuh perjalanan dengan cara berjalan kaki. Melakukan riyadhah demi mencari ilmu semacam itu dilakukan Kyai Muntaha dengan niatan ikhlas demi memperoleh keberkahan ilmu.

Di setiap melakukan perjalanan menuju Pesantren, Kyai Muntaha selalu memanfaatkan waktu sambil mengkhatamkan (menamatkan membaca) Al-Qur’an saat beristirahat untuk melepas lelah. Kisah ini menunjukkan kemauan keras dan motivasi spiritual yang tinggi yang dimiliki Kyai Muntaha dalam mencari ilmu.

2.2 Guru-Guru

  1. KH. Asy'ari (ayah),
  2. KH. Utsman Kendal,
  3. KH. Dimyathi Tremas,
  4. KH. M. Munawwir Krapyak.

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah

3.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
Setelah berkenalan dari berbagai pesantren, Kyai Muntaha kembali ke Kalibeber pada tahun 1950 M. Beliau kemudian meneruskan kepemimpinan ayahnya dala

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+