Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Syekh Abdullah Mudzakir, Waliyullah dari Demak
✓ Terverifikasi Tim Riset

Syekh Abdullah Mudzakir, Waliyullah dari Demak

1869 – 1950 M · 6.892 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Syekh Abdullah Mudzakir, atau yang akrab dengan sapaan Mbah Mudzakir, di kalangan pesantren sudah cukup dikenal. Tak heran bila banyak santri datang ke makamnya untuk berziarah, walaupun makamnya terletak di tengah laut.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Metode Dakwah
3.2  Mendirikan Masjid
3.3  Melawan Penjajah

4.    Karomah
5.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
Syekh Abdullah Mudzakir, atau yang akrab dengan sapaan Mbah Mudzakir, di kalangan pesantren sudah cukup dikenal. Tak heran bila banyak santri datang ke makamnya untuk berziarah, walaupun makamnya terletak di tengah laut.

1.1 Lahir
Syekh Abdullah Mudzakir diperkirakan lahir pada tahun 1869 ada yang menyebutkan tahun 1878 M, di Dusun Jago, Desa Wringinjajar, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Beliau merupakan putra dari pasangan Pangeran Ibrahim Sura, keturunan dari Pengeran Diponegoro, dan ibunya yang masih keturunan dari Sunan Bayat.

1.2 Wafat
Syekh Mudzakir meninggal pada hari Selasa Pon 13 September 1950 di usia 81 tahun. Syekh Mudzakir merupakan ulama asal Demak yang memiliki keistimewaan terkait makamnya. beliau diberikan karomah oleh Allah SWT dengan memiliki makam di tengah laut dan tidak tenggelam saat diterjang ombak.

Makam tokoh dari Demak ini pun tidak pernah sepi dari peziarah meski berada di tengah laut. Anak keturunannya pun masih merawat dengan baik makam beliau hingga saat ini.

Baca Juga: Ziarah di Makam Syekh Abdullah Mudzakir, Waliyullah dari Demak


Sayangnya, peninggalan Syekh Mudzakir banyak yang hilang karena bencana abrasi rob di kawasan permukiman. Peninggalan itu antara lain, seperti kitab-kitab karangan Syekh Mudzakir yang hanyut dibawa ombak air laut. Pihak keluarga hanya memiliki ornamen kayu sebagai tutup pilar buatan Syekh Mudzakir.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Syekh Mudzakir dari Demak ini mempelajari agama Islam dari banyak guru di berbagai daerah. Selain KH. Abbas Buntet Cirebon, guru Syekh Mudzakir lainnya adalah KH. Sholeh Darat Semarang. Sebagai seorang murid yang taat, perjuangan Syekh Mudzakir tidak lepas dari keberadaan para guru ini.

Keberadaannya di Kecamatan Sayung saat itu adalah perintah dari gurunya hingga kemudian beliau menetap di sana bahkan makamnya juga berada di sana, tepatnya di tengah pantai Sayung.

2.2 Guru-Guru
Pangeran Ibrahim Sura (ayah),
KH. Abbas Djamil Bunten,
KH. Sholeh Darat.

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah

3.1 Metode Dakwah
Metode yang digunakan Syekh Mudzakir untuk menyiarkan agama Islam adalah dengan c

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+