KH. Muhammad Iqdam atau dengan panggilan Gus Iqdam, beliau adalah anak bungsu dari empat bersaudara dari pasangan KH. Kholid dan Hj. Ny. Lam'atul Walidah, lahir pada 27 September 1994.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mengasuh Pondok Pesantren
4.2 Karier
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Muhammad Iqdam atau dengan panggilan Gus Iqdam, beliau adalah anak bungsu dari empat bersaudara dari pasangan KH. Kholid dan Hj. Ny. Lam'atul Walidah, lahir pada tanggal 27 September 1994.
1.2 Riwayat Keluarga
Pada tahun 2021, KH. Muhammad Iqdam (Gus Iqdam) menikah dengan Aning Nilatin Nihayah, putri dari Almaghfurlah KH. Thoha Widodo Zaini Munawwir dari Pondok Pesantren Lirboyo. Setelah membentuk keluarga, Gus Iqdam dan istrinya, Ning Nila, dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Gus Novel.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Masa kecilnya dihabiskan untuk memperdalam agama Islam, belajar dari pamannya beliau, KH. Dliyauddin Azzamzami. KH. Muhammad Iqdam (Gus Iqdam) kemudian melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur. Ibunya, Hj. Ny. Lam'atul Walidah, merupakan anak dari seorang kiai kharismatik, KH. Zubaidi Abdul Ghofur, yang juga Mursyid Thariqah di Jawa Timur.
KH. Muhammad Iqdam (Gus Iqdam) mengawali perjalanan pendidikannya dengan belajar mengaji di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, di bawah bimbingan KH. Muhammad Abdurrahman Kautsar, yang akrab dipanggil Gus Kautsar.
2.2 Guru-Guru
1. KH. Kholid
2. KH. Dliyauddin Azzamzami
3. KH. Munif Djazuli
4. KH. Muhammad Abdurrahman Kautsar (Gus Kautsar)
3. Penerus
3.1 Anak
KH. Ahmad Novel Zubaidi Al Munawwir
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
KH. Muhammad Iqdam (Gus Iqdam) membuka pintu Majelis Taklim Sabilu Taubah sebagai tempat mengaji bagi orang-orang berideologi jalanan, marginal, dan terlibat dalam dunia kriminal. Dengan ciri khas dakwahnya yang lemah lembut, sopan, dan lucu, Gus Iqdam mencoba mengajak mereka untuk mau mengaji bersama-sama.
Beliau menggunakan perumpamaan bahwa mengaji seperti bensin yang sangat dibutuhkan mobil atau motor untuk bergerak. KH. Muhammad Iqdam (Gus Iqdam) menjelaskan bahwa seperti mobil yang tidak bisa bergerak tanpa bensin, demikian pula jiwa dan raga tidak dapat berkembang menjadi baik tanpa mengaji. Ngaji, baginya, adalah cara untuk mengatur jiwa, mengolah pikiran, dan merawat dimensi ruhani
4.1 Mengasuh Pondok Pesantren
Beliau menjadi pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam II di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dan merupakan pendiri Majelis
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

