Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Ahmad Mursyidi, Pendiri Perguruan Islam Al Falah Klender Jakarta Timur
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Ahmad Mursyidi, Pendiri Perguruan Islam Al Falah Klender Jakarta Timur

lahir 1915 M · 4.429 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Ahmad Mursyidi, Pendiri Perguruan Islam Al Falah, Jakarta Timur, KH. Ahmad Mursyidi , lahir di Klender Jakarta Timur pada 15 November 1915. Beliau lahir dari pasangan H. Maisin dan Hj. Fatimah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Anak-Anak

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mendirikan Lembaga Pendidikan Islam
4.2  Karier

5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 
1.1 Lahir

KH. Ahamad Mursyidi lahir di Klender Jakarta Timur pada tanggal 15 November 1915, beliau lahir dari pasangan H. Maisin dan Hj. Fatimah.

1.2 Riwayat Keluarga
Pada tahun 1936, beliau menikah dengan Hj. Asyiah bin Muallim H. Ghayar, dari pernikahan tersebut KH. Ahmad Mursyidi dikaruniai beberapa anak.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu

Pada 1926, KH. Ahmad Mursyidi masuk ke Sekolah Rakyat di daerah Pulo Gadung Jakarta Timur. Pada sore harinya, beliau menempuh pendidikan agama kepada Ustadz Abdul Qodir di Pondok Bambu di Bilangan Jakarta Timur. Pada 1930, beliau berkesempatan untuk mengikuti tes masuk Noormal School, namun beliau tidak mendapat izin dari KH. Maisin karena lebih menginginkan KH. Ahmad Mursyidi menjadi seorang ulama. 

Atas keinginan orang tuanya itu, KH. Ahmad Mursyidi belajar agama dan bermukim di pesantren Guru Marzuki di Kampung Muara Cipinang Lontar Jakarta Timur, di situ beliau menetap (mondok) selama 4 tahun. Ketika Guru Marzuki meninggal dunia, beliau pindah ke Pesantren Ajengan Toha di Plered Purwakarta. Di pesantren tersebut KH. Ahmad Mursyidi memperdalam ilmu tauhid, fiqih, hadis, tafsir, nahwu shorof, balaghah, dan ilmu logika.

Beliau kemudian melanjutkan belajarnya kepada KH. Ahmad Thahir Jam’an di Cipinang Muara dan Muallim H. Gayar Klender yang kemudian menjadi mertuanya. 

 

2.2 Guru-Guru
1. KH. Maisin
2. Ustadz Abdul Qodir di Pondok Bambu Bilangan Jakarta Timur.
3. Guru Marzuki di Kampung Muara Cipinang Lontar Jakarta Timur.
4. Ajengan Toha di Plered Purwakarta.
5. KH. Ahmad Thahir Jam’an di Cipinang Muara
6. Muallim H. Gayar Klender

 

 

3. Penerus
3.1 Anak-Anak

KH. Fakrudin

 

4. Perjalanan Hidup dan Dakwah 
Jiwa kepahlawanan dan kepemimpinan KH. Achmad Mursyidi mulai kelihatan ketika pada tahun 1945 beliau aktif di Menteng 31, markas Angkatan Pemuda Indonesia (API) dan mendirikan Barisan Rakyat (ABRA) di Kampung Bulak, Klender. Dari tahun 1945 sampai tahun 1949, beliau terlibat aktif dalam perang mengusir Agresi Belanda dan sekutunya. Saat itu, ia menjadi komandan perjuangan rakyat yang mempunyai kewenangan untuk membentuk pemerintahan di tingkat kecamatan atau kewedanan.

 

Kepahlawanannya dikenal bersama dengan dua rekannya, H. Darip dan KH. Hasbiyallah, sebagai tiga serangkai dari Klender. Beliau juga aktif di organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Selain pejuang

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+