Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Ahmad Marzuqi, Cipinang Muara Jakarta
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Ahmad Marzuqi, Cipinang Muara Jakarta

lahir 1876 M · 29.260 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Guru Marzuki bin Mirshod Ulama Nahdlatul Ulama Betawi Jakarta

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Pendidikan
  4. Guru-Guru
  5. Murid-Murid
  6. Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) di Betawi
  7. Karya-Karya
  8. Chart Silsilah Sanad

Kelahiran

As-syekh Ahmad Marzuqi bin Ahmad Mirshod bin Hasnum bin Ahmad Mirshod bin Hasnum bin Khotib Sa’ad bin Abdurrohman bin Sulthon atau yang kerap disapa akrab dengan Guru Marzuki bin Mirshod lahir pada malam Ahad waktu Isya tanggal 16 Romadhon 1293 H di Rawabangke (Rawa Bunga) Jatinegara Batavia (Jakarta Timur).

Beliau merupakan putra salah seorang khotib di masjidf Al-Jami’ul Anwar Rawabangke (Rawa Bunga) Jatinegara Jakarta Timur Ahmad Mirshod dengan Hj. Fathimah binti KH. Syihabuddin Maghrobi Al-Madura, berasal dari Madura dari keturunan Ishaq yang makamnya di kota Gresik Jawa Timur.

Pada usia 9 tahun ayahanda berpulang ke Rohmatulloh dan diasuh oleh ibunda tercinta yang sholehah dan taqwa dalam suatu kehidupan rumah tangga yang sangat sederhana.

Wafat

Guru Marzuki bin Mirshod wafat pada pagi hari jum’at 25 Rajab 1352 H, jam 06.15 WIB. Jenazah beliau disalatkan dan di imami oleh Habib ‘Ali bin Abdurrohman Al-Habsyi (Habib ‘Ali Kwitang). Kemudian dikebumikan sesudah Salat Asar yang dihadiri oleh para ulama dan ribuan orang.

Pendidikan

Guru Marzuki kecil, beliau memulai pendidikannya dengan belajar kepada KH. Anwar. Beliau belajar al-Qur'an dan berbagai disiplin ilmu agama Islam lainnya.

Ketika  usianya menginjak 16 tahun, beliau melanjutkan pendidikannya untuk belajar kepada Habib Utsman bin Muhammad Banahsan. Saat berguru kepada Habib Utsman, sang Habib melihat kegeniusannya serta ingatan yang tajam dalam menghafal, yang dimiliki oleh Guru Marzuki bin Mirshod, sehingga membuat sang Habib ingin mengarahkan Guru Marzuki untuk melanjutkan pendidikanya di Mekkah dan dapat belajar kepada para ulama besar di Mekkah.

Setelah 7 tahun beliau belajar di Mekkah, kemudian datang sepucuk surat dari Habib Utsman yang meminta agar Guru Marzuki bin Mirshod dapat kembali ke Jakarta, maka pada tahun 1332 H atas pertimbangan dan persetujuan guru-gurunya di Mekkah beliau kembali pulang ke Jakarta, dengan tugas menggantikan Habib Utsman dalam memberikan pendidikan dan pengajaran kepada murid-muridnya. 

Guru-Guru

Guru-guru Guru Marzuki bin Mirshod diantaranya adalah :

  1. As-Syaikh Usman Serawak
  2. As-Syaikh Muhammad Ali Al-Maliki
  3. As-Syaikh Muhammad Amin Sayid Ahmad Ridwan
  4. As-Syaikh Hasbulloh Al-Mishro
  5. As-Syaikh Umar Sumbawa
  6. As-Syaikh Muhammad ‘Umar Syatho
  7. As-Syaikh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan (Mufti Makkah)

Murid-Murid

Murid-murid yang didiknya kemudian banyak yang menjadi ulama Betawi terkemuka. Dalam sebuah catatan menyebutkan ada sekitar 41 ulama Betawi terkemuka bahkan lebih. Di antaranya adalah

  1. Mu`allim Thabrani Paseban (kakek dari KH. Maulana Kamal Yusuf)
  2. KH. Abdullah Syafi`i (pendiri perguruan Asy-Syafi’iyyah)
  3. KH. Thohir Rohili (pendiri perguruan Ath-Thahiriyyah)
  4. KH. Noer Alie (pahlawan nasional, pendiri perguruan

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+