Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Imam Al-Bushiri, Pengarang Qasidah Burdah
✓ Terverifikasi Tim Riset

Imam Al-Bushiri, Pengarang Qasidah Burdah

1213 – 1294 M · 4.661 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Imam Al-Bushiri adalah seorang ulama sufi dan pengikut thariqoh, semasa hidupnya beliau memiliki gelar Syarafuddin (kemulyaan agama). Dalam ilmu tasawuf berguru kepada Syaikh Abul Abbas Al-Mursi, pemegang matarantai thariqoh Syadziliyah pasca wafatnya Syaikh Abul Hasan Ali Asy-Syadzili.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Wali Bertarekat Syadziliyah
3.2  Penyair Terkenal
3.3  Wali yang Seniman
3.4  Pecinta Baginda Nabi Muhammad SAW
3.5  Dicintai Masyarakat

4.    Karya-Karya
4.1  Lahirnya Qasidah Burdah
4.2  Kaidah Qasidah Burdah

5.    Referensi

1.   Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
Abu Abdillah Syarafuddin Muhammad bin Sa`id bin Hammad bin Muhsin bin Abdullah bin Shanhaji bin Hilal Al-Shanhaji Al-Bushiri Al-Mishry atau dikenal dengan Imam Al-Bushiri, lahir pada bulan Sya’ban tahun 608 H (1213 M) sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Doktor Sa`ad Abu Al-As`ad.

Beliau lahir di desa Dallash, salah satu desa yang termasuk bagian wilayah Mesir. Namun, beliau tumbuh besar di desa Bushir, dekat Dallash. Sebab itulah beliau dinisbahkan kepada Al-Bushiri.

Imam Al-Bushiri dikenal sebagai seorang sufi, pengikut thariqoh, juga dikenal sebagai penyair. Dalam hal syi’ir, siapapun mengakui keahliannya. Puisi-puisi beliau sangat indah dan mempesona serta memiliki makna yang agung. Kata-katanya mengalir, susunan lafalnya rapi dan alur kata apik serta elok.

1.2 Wafat
Imam Al-Bushiri wafat pada tahun 694 H (1294 M) dalam umur 87 tahun dan dimakamkan di dekat makam Syaikh Abul Abbas Al-Mursi di Kota Iskandariyah (Alexandria) Mesir. Beliau meninggalkan warisan berharga berupa karya tulis dalam bentuk puisi yang sangat indah dan terkenal, yakni Qasidah Burdah.

2.  Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Sejak kecil Imam Al-Bushiri dididik ilmu Al-Qur’an oleh ayahnya secara langsung dan menempuh pendidikan di rumah. Beliau memulai kegiatan belajarnya menghafal Al-Qur'an dengan sangat antusias dan giat sekali, sehingga di umur yang masih belia, sudah hafal Al-Qur'an.

Kemudian, Imam Al-Bushiri hijrah ke Kairo. Di sana beliau menimba berbagai macam ilmu agama, tata bahasa, sastra, dan sejarah. Semasa hidupnya beliau besar dari keluarga yang sangat mencintai ilmu. Tidak heran jika kemudian hari menjadi sosok ulama yang sangat alim.

2.2 Guru-Guru
Selain belajar dari ayahnya, Imam Al-Bushiri juga mengembara untuk mencari ilmu kepada para guru. Di antara gurunya adalah Syaikh Abul Abbas Al-Mursi, ulama yang dikenal sebagai Wali Qutub dan murid kesayangan Imam Abul Hasan Asy-Syadzili, pendiri thariqoh Syadziliyah. Selain itu, juga belajar k

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+