Tubagus Hamdi, nama pemberian ayahnya yakni, KH. Tb. Ma’ani Rusydi lahir pada 14 September 1964, di Kananga, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, dari ibu Hj. Endah Humaedah, yang sebelumnya telah melahirkan putera sulungnya yaitu, Tubagus Zidni.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
3. Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirikan Lembaga Pendidikan Islam
4.2 Karier Beliau
4.3 Karya Beliau
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Tubagus Hamdi, nama pemberian ayahnya yakni, KH. Tb. Ma’ani Rusydi lahir pada 14 September 1964, di Kananga, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, dari ibu Hj. Endah Humaedah, yang sebelumnya telah melahirkan putera sulungnya yaitu, Tubagus Zidni.
Sejak lahir hingga masa kecilnya, kehidupannya ada di Kananga bersama orang tuanya dan kerabat-kerabat lainnya. Baru menginjak usia di atas 5 tahun, Hamdi kecil ada dalam gemblengan Mama KH. Muhammad Rosikh, terutama dalam hal ngaji. Kendati paginya, Hamdi kecil bersekolah di SDN I Kananga, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.
12. Riwayat Keluarga
Beliau menikahi seorang wanita sholeh dan dikaruniai beberapa anak.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Setelah lulus dari tingkat Sekolah Dasar, KH. Tubagus Hamdi kecil melanjutkan sekolah ke SMPN Menes. Karena umumnya putera dari seorang kyai, meski belajar di sekolah umum, beliau juga diajar ngaji ayahnya, terutama mendapat bimbingan dari kiai Rosikh.
Lulus SMP Negeri 1 Menes, Hamdi remaja kemudian melanjutkan belajar ke Madrasah Aliyah di lingkungan MALNU Menes, yang kebetulan ayahnya adalah pengurus besar MALNU. Tubagus Hamdi lulus dari Madrasah Aliyah pada tahun 1982, kemudian melanjutkan mesantren di luar Menes.
KH. Tubagus Hamdi muda dikenal sebagai pemuda haus ilmu, disamping ngaji kepada ayahnya Hamdi muda pergi melanglang buana menuntut ilmu pada para kiai, orang-orang alim di luar Menes, antara lain yaitu di Pesantren Cisantri Tubagus Hamdi menimba ilmu selama 2 tahun di bawah bimbingan ulama besar al-Alim al-Allamah Abuya KH. Bustomi, dan Abuya Bustomi murid dari Abuya Abdul Halim Kadu Peusing, Kabupaten Pandeglang, dan Abuya Abdul Halim murid dari Syeikh Nawawi al-Bantani.
Lalu pengembaraan ilmunya di Pesantren Cicurug Setelah dari pesantren Cisantri, kemudian Tubagus Hamdi melanjutkan menuntut ilmu kepada Kyai Encun Samsudin dari 1984 hingga 1986 selama 2 tahun. Dari Cicurug, Hamdi muda meneruskan rihlah ilmiah ke Cikaduen, ke Kadomas dibawah asuhan KH. Kurdi.
Hingga kemudian KH. Tubagus Hamdi muda pergi ke Kaliwungu dan ngaji ke Mbah KH. Ahmad Abdul Haq, dan kepada puteranya KH. Ali Qoisyor. Setelah beberapa waktu di Kaliwungu, Tubagus Hamdi meneruskan kelana ilmiahnya ke Gresik Jawa Timur dibawah bimbingan KH. Muqsith, dan dari Gresik diteruskan ngaji kepada KH. Abdul Ghofur pengasuh Pesantren Sunan Derajat di Lamongan Jawa Timur.
Masih dalam rihlah ilmiah, Tubagus Hamdi menerima ijazah Tarekat Syadziliah dari KH.
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

