KH. Tb. Moh. Wase’ berasal dari Jiput, Pandeglang. Beliau merupakan anak dari KH. Tb. Zainudin dan ibu Ratu Zahroh. KH. Tb. Zainudin yang juga adalah seorang kyai di Jiput,lahir di Tenjolahang, Jiput pada tanggal 11 November 1908.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Penerus
3.1 Murid-murid
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirikan Lembaga Pendidikan Islam
4.2 Karier
4.3 Karya
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Tb. Moh. Wase’ lahir pada tanggal 11 November 1908 yang berasal dari Jiput, Pandeglang, beliau merupakan anak dari KH. Tb. Zainudin dan ibu Ratu Zahroh. KH. Tb. Zainudin yang juga adalah seorang kyai di Jiput, lahir di Tenjolahang.
1.2 Wafat
KH. Tb. Moh. Wase’ wafat pada tanggal 8 Agustus 2004 (24 Jumadil Akhir 1425 H) pada usia 94 tahun karena sakit yang dideritanya sejak lama. Wafatnya KH. Tb. Moh. Wase’ meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, kerabat, murid-murid dan masyarakat Cinangka yang telah merasakan banyak manfaat dari kehadiran KH. Tb. Moh. Wase’ di tengah-tengah mereka.
1.3 Riwayat Keluarga
KH. Tb. Moh. Wase’ ketika dewasa menikah dengan Hj. Ratu Mahfudhoh yang merupakan anak dari Syekh Tubagus Ma’mun dan Nyai Salhah. Syekh Ma’mun yang merupakan seorang kyai yang cukup terkenal dan memiliki pesantren di Lontar, Serang. Kemudian setelah menikah, KH. Tb. Moh. Wase’ tinggal bersama istrinya di Cilegon.
KH. Tb. Moh. Wase’ dan istrinya dikaruniai 7 orang anak, 5 orang anak laki-laki dan dua orang anak perempuan, di antaranya KH. Tb. Iin saat ini tinggal di Depok, Tb. Aom Zaelani (telah wafat), Tb. Fuad di Cilegon, Hj. Ratu Uus tinggal di Bogor, Ustadz Tb. Tating tinggal di Cilegon, Tb. Muawini tinggal di Cibeber, dan Ratu Wardah tinggal di Sempu, Serang.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Sejak kecil KH. Tb. Moh. Wase’ telah mendapatkan pendidikan pertama yaitu pengajaran mengenai ajaran-ajaran agama Islam tingkat dasar seperti membaca Al-Qur’an, fiqih, akhlak, dan sebagainya. Pengajaran tersebut didapat langsung dari ayahnya sendiri yaitu KH. Tb. Zainudin. Berkat kecerdasannya dan keuletannya dalam belajar KH. Tb. Moh. Wase’ semakin menguatkan tekadnya lebih rajin dan tekun ibadah.
Pondok Pesantren yang dipilih KH. Tb. Moh. Wase’ setelah belajar dari ayahnya sendiri, melanjutkan pendidikannya ke Pondok Pesantren di Gentur Cianjur tepatnya di pesantren yang dipimpin oleh ulama terkenal yaitu Aang Nuh. Saat di dalam pesantren, beliau banyak mendapatkan pengetahuan agama KH. Tb. Moh. Wase’ selalu berusaha mengamalkan yang diajarkan oleh gurunya di dalam pesantren.
Untuk melacak latar belakang pendidikan KH. Tb. Moh. Wase’ secara detail merupakan suatu hal yang tidak mudah. Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor. Pertama, tidak ada bukti tertulis yang menjelaskan kapan dan di mana saja ia pernah belajar. Kedua, tidak ada informan yang semasa atau seusia dengannya yang bisa dimintai keterangan dan informasi mengenai riwayat KH. Tb. Moh. Wase’. Keluarga serta murid-muridnya pun tidak mengetahui persis KH. Tb. Moh. Wase’ pernah belajar d
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

