Usai kuliah, pada 1969, kondisi ekonomi Indonesia tengah menjalani transisi kepemimpinan. Lapangan kerja belum banyak tersedia, sehingga Kyai Hasyim menjalani profesi ganda sebagai guru honorer di SMP Al Iman dan meneruskan pekerjaan membuat tahu dari orangtuanya.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren
4. Karir-Karir
4.1 Menjadi Pegawai Negeri
4.2 Terjun ke Politik
4.3 Menjadi Bupati
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Hasyim Afandi lahir di Parakan, Temanggung, pada tahun 1946, beliau merupakan putra dari pasangan bapak Suhaimin dan ibu Robitah. Tanggal lahir Hasyim secara resmi tercatat pada 1 Juli 1946 dalam dokumen kependudukan. Namun, seperti yang pernah dikatakannya, tanggal lahir tersebut dibuat secara kolektif bagi siswa SD yang baru masuk pada tahun ajaran 1953/1954.
KH. Hasyim hanya ingat weton-nya, yaitu Jum’at Wage, dan anekdot orang tuanya kalau beliau dulunya akan diberi nama Jumadi lantaran lahir di bulan Jumadil. Dari kalender penanggalan tahun 1946, hari Jumat Wage pada bulan Jumadil Awal 1365 H jatuh pada tanggal 12 April 1946. Sedangkan Jumat Wage pada Jumadil Akhir 1365 H jatuh pada tanggal 17 Mei 1946. Apapun, secara resmi milad Hasyim Afandi diperingati pada 1 Juli.
Putra bungsu dari pedagang tahu, sejak kecil KH. Hasyim tinggal di lingkungan sekitar Pasar Legi Parakan. Mulanya di Klewogan, kemudian bergeser sedikit mendekati pasar ke Besaran (dahulu bernama Kuncisari). beliau adalah anak ketiga, setelah kakak-kakak perempuannya ibu Sintiyah dan ibu Martinah. Ibu Martinah meninggal dunia ketika Kyai Hasyim berusia 6 tahun.
1.2 Riwayat Keluarga
Pada masa kuliah pula, Kyai Hasyim bertemu dengan Ning Isnadiyah, teman sekelasnya. Perempuan asal Suruh, Salatiga, tersebut kemudian dipinang untuk menjadi istri, serta diboyong kembali ke Parakan.
1.3 Wafat
Drs. KH Hasyim Afandi wafat pada hari Senin, 5 Juli 2021 pukul 14:45 di RSUD Kabupaten Temanggung. Jenasah dishalatkan di teras Gedung B RSUD Temanggung sekitar pukul 17.00 WIB oleh keluarga beserta sejumlah pejabat antara lain Bupati Temanggung, Wakil Bupati, Sekda Temanggung, Kajari Temanggung serta Dandim Temanggung.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Kyai Hasyim memulai pendidikan akademiknya di SD Negeri I Parakan, dilanjutkan dengan bersekolah di SMP Al Iman Parakan, dan SMA Negeri I Temanggung. Di sela-sela libur sekolah, ketika SMP dan SMA, beliau belajar mengaji ke berbagai pondok pesantren, baik di Parakan sendiri sampai ke Tegalrejo, Magelang. Minat dan aktivitasnya banyak dihabiskan bersama organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) Parakan.
Usai menuntaskan pendidikan menengah, pada 1965 Kyai Hasyim melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi di IAIN (sekarang UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Meski dengan banyak kekurangan secara ekonomi, Kyai Hasyim berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 4 tahun.
“Di akhir kuliah, mbakyu selalu berpesan: ‘Syim, ini uang kuliahmu, seharusnya uang ini untuk kulak kedelai. Lekas selesai kuliah, tidak usah pacaran, ti
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

