KH. M. Yusuf Masyhar Lahir di Tuban, 13 Juni 1925.M. Yusuf Masyhar merupakan putra dari KH. Yusuf dan bu Nyai Masruhani. Beliau adalah anak ke 2 dari 9 bersaudara. Sejak kecil ia mengaji kepada Kiai Chusen di kampungnya Jenu, Tuban dan sudah mampu menghafal 20 juz Al Quran sejak usianya 13 tahun. S
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Penerus
3.1 Murid-Murid
3.2 Anak
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirikan Lembaga Pendidikan Islam
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. M. Yusuf Masyhar Lahir di Tuban tanggal 13 Juni 1925. Beliau merupakan putra dari KH. Yusuf dan bu Nyai Masruhani, anak ke-2 dari 9 bersaudara.
1.2 Wafat
KH. M. Yusuf Masyhar wafat pada tanggal 12 Februari 1994 atau 3 Ramadhan 1414 H, beliau dimakamkan di lingkungan Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an.
1.3 Riwayat Keluarga
KH. M. Yusuf Masyhar dinikahkan oleh KH. Hasyim Asy’ari dengan cucunya, yang bernama Nyai Ruqoyyah pada usia 25 tahun.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Kyai Yusuf kecil sudah hafal Al-Qur’an sekitar 15 juz melalui pendengaran yang sangat kuat tanpa mengetahui tulisan Arab, didengarnya saat santri lain setoran ke bapaknya. Pendidikan formal sempat ditempuh di zaman Belanda di SR (Sekolah Rakyat), namun kemudian fokus belajar di Pondok Pesantren.
Setelah menyelesaikan hafalan, Kyai Yusuf ingin melanjutkan belajar di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, meski Belanda melarang pengiriman santri ke sana. Ibunda Kyai Yusuf memasukkannya ke dalam koper untuk melewati larangan tersebut. Di Jombang, pertama mondok di Rejoso di bawah asuhan KH. M. Dahlan Kholil selama satu tahun, kemudian pindah ke Tebuireng belajar kitab kuning dengan KH. Hasyim Asy’ari.
KH. Hasyim Asy’ari tertarik dengan akhlak, ketampanan, kepintaran, dan hafalan Al-Qur’an Kyai Yusuf kecil, bahkan memanggilnya dengan panggilan istimewa “mas”. Karena kefasihan dan keindahan suara Yusuf, KH. Hasyim Asy’ari menugaskan Kyai Yusuf menjadi imam shalat, terutama di bulan puasa untuk mengkhatamkan Al-Qur’an.
2.2 Guru-Guru
1. KH. Yusuf
2. KH. Chusen
3. KH. M. Dahlan Kholil
4. KH. Hasyim Asy’ari
3. Penerus
3.1 Murid-Murid
1. KH. Edy Musoffa
2. KH. Abdulllah Afif
3.2 Anak-Anak
1. Dr. Hj. Ninik Nafisah
2. Dr. Hj. Farida
3. Ir. H. A. Baidlowi
4. Ir. H. Abdul Ghofar
5. H. Abdul Hadi, S.H
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Dalam menjalankan amanahnya sebagai pengasuh Pesantren MQ Tebuireng, KH. M. Yusuf Masyhar berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan pembelajaran Al-Qur'an khususnya di Tebuireng.
Setiap pagi, Kyai Yusuf Masyhar biasa menyimak para santai dalam bentuk halaqoh. Sedangkan sore harinya beliau m
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

