Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Dahlan Kholil, Pengasuh Pesantren Darul Ulum Rejoso
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Dahlan Kholil, Pengasuh Pesantren Darul Ulum Rejoso

1899 – 1950 M · 19.534 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Pada masa transisi kemerdekaan, KH. Dahlan Kholil juga aktif dalam perlawanan melawan penjajah. Kala itu, Darul Ulum menjadi markas Laskar Hisbullah dan Laskar Hizbul Wathon. Bahkan adik beliau, Bisri Kholil juga turut bergabung menjadi bagian dari Laskar Hizbullah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Menjadi Pengasuh Pesantren
3.2  Masa Penjajahan

4.    Chart Silsilah Sanad
5.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Dahlan Kholil diperkirakan lahir pada 12 Sya'ban 1317/15 Desember 1899 M (jika dikonversikan), di Rejoso. dengan nama bayi Khusni. Beliau merupakan anak pertama dari Kyai Kholil Al-Juraemi dan Nyai Siti Fatimah binti Tamim Irsyad.

1.2 Keluarga
KH. Dahlan Kholil menikah dengan Nyai Siti Fatimah, putri Kyai Ahmad Corogo, Jombang. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai 3 putra dan 2 putri. Anak-anak beliau di antaranya:
1. Kyai Muhammad,
2. Nyai Siti Aisyah,
3. Nyai Mahmud,
4. Nyai Hafshah,
5. Kyai Abdul Hamid.
Dua putra terakhir wafat di usia mereka menginjak remaja.

15 tahun kemudian, sekitar tahun 1950 M, Nyai Siti Fatimah meninggal dunia. Sehingga hal ini membuat KH. Dahlan menikah lagi dengan cucu KH. Hasyim Asyari yang bernama Nyai Zubaidah (Sholihah). Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai tiga anak, yakni:
1. Kyai Kholil Dahlan,
2. Kyai Chozin Dahlan,
3. Nyai Cholishah Dahlan.

1.3 Wafat
​KH. Dahlan Kholil wafat pada tahun 25 Syaban 1377 H atau berteparan 16 Maret 1958 M. Banyak ulama maupun santri merasa kehilangan atas kepergian beliau.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
KH. Dahlan Kholil memulai pendidikannya dengan belajar langsung kepada ayahnya. Setelah usia menginjak 12 tahun, beliau diajak ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji, ini sesungguhnya memang dipersiapkan untuk memberi wawasan dan semangat padanya agar kelak beliau nyantri di negara ini.

Menurut catatan harian yang beliau tulis sendiri, beliau mulai nyantri di Makkah pada tahun 1343 H/1923 M. Tahun ini bertepatan dengan munculnya peristiwa pergolakan kaum Wahabi suatu gerakan keagamaan yang dipimpin secara langsung oleh Raja Saud, sang pendiri kerajaan Saudi Arabia, di mana gerakan ini dalam perkembangannya digunakan oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab untuk menghancurkan situs-situs sejarah Islam.

Selama tinggal di Makkah, karir pendidikannya berjalan amat cepat, sehingga beberapa waktu kemudian beliau dapat menempati posisi sebagai guru besar di majelis taklim Syafi'iyah dan tilawatil Qur'an di Masjid Al Haram. Tentunya hal itu diperolehnya setelah beliau hafal Al-Qur’an. Demikian pula di Lembaga Madrasah Darul 'Ulum Makkah. Satu lembaga pendidikannya yang dikelola olehnya bersama masyarakat Indonesia dan Malaya beliau telah di percaya sebagai Kepala Guru yang mengatur jalannya manajemen kulikulir.

Setelah bertahan selama tiga belas tahun nyantri di tanah suci, akhirnya, pada tahun 1931 M. KH. Dahlan kembali ke Tanah Air, beli

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+