Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Aceng Muhammad Ishaq (Aceng Sasa), Pengasuh Pesantren Fauzan, Garut
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Aceng Muhammad Ishaq (Aceng Sasa), Pengasuh Pesantren Fauzan, Garut

1918 – 1949 M · 4.599 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Aceng Muhammad Ishaq yang lebih dikenal dengan Ajengan Anom Fauzan atau Aceng Sasa, beliau merupakan putra sulung dari Syaikhul Masyaikh Asy Syekh KH. Aceng Muhammad Umar Bashri bin KH. Muhammad Adzro'i bin KH. Abdul Wahab bin KH. Muhammad Arif bin Mbah Nuryayi. Beliau lahir pada tahun 1918 untuk tanggal dan bulan kelahiran belum diketahui secara jelas.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Anak-Anak

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mengasuh Pesantren
4.2  Karier

5.  Jasa-Jasa
6.  Bergabung dengan Nahdlatul Ulama (NU)
7.  Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 
1.1 Lahir
KH. Aceng Muhammad Ishaq yang lebih dikenal dengan Ajengan Anom Fauzan atau Aceng Sasa, beliau merupakan putra sulung dari Syaikhul Masyaikh Asy-Syekh KH. Aceng Muhammad Umar Bashri bin KH. Muhammad Adzro'i bin KH. Abdul Wahab bin KH. Muhammad Arif bin Mbah Nuryayi. Beliau lahir pada tahun 1918 untuk tanggal dan bulan kelahiran belum diketahui secara jelas.

1.2 Wafat
KH. Aceng Muhammad Ishaq berpulang ke Rahmatullahi pada hari Selasa, tanggal 24 Muharram 1369 H atau 15 November 1949 M. Beliau wafat pada usia yang sangat muda yakni pada usia 32 tahun, beliau dimakamkan di Komplek Pemakaman Kaum belakang Masjid Agung Garut bersama penghulu Garut terdahulu yang Bernama KH. Moehammad Moesa.

1.3 Riwayat Keluarga
KH. Aceng Muhammad Ishaq memiliki dua istri, istri pertamanya yang bernama Hj. Jubaedah binti KH. Harmaen memiliki dua putra, yakni KH. Aceng Umar Ishaq dan Nyimas Jojoh. Sedangkan dari istri keduanya yang bernama Hj. Asiah dikaruniai putri bernama Nyimas Kokoy.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Aceng Muhammad Ishaq mengenyam pendidikan agama pertama kali dari ayahnya sendiri yang juga memberi nama Pesantren Pasirbokor menjadi Pesantren Fauzan, yakni KH. Aceng Muhammad Umar Bashri atau dikenal dengan nama Syaikhuna Fauzan.

Namun diusia yang masih sangat muda ketika dirinya berusia 14 tahun, KH. Muhammad Umar Bashri Wafat, Ssehingga sesepuh Pesantren Fauzan dipegang oleh KH. Haitami. KH. Haitami sendiri merupakan paman Aceng Sasa adik dari ibunya, Hj. Fatmah binti KH. Ahmad Hijazi.

Sebagai putra dari seorang kyai, beliau memiliki semangat yang sangat besar dalam mencari ilmu. Sehingga beliau melanjutkan pengembaraan ilmu ke beberapa pesantren, di antaranya ke Pondok Pesantren Galumpit, kemudian melanjutkan pendidikan kepada KH. Ahmad Syatibi atau dikenal dengan Mama Gentur–Cianjur. Setelah selesai dari Gentur, KH. Aceng Sasa melanjutkan pengembaraan ilmunya ke Pesantren Pajaten, Sirnarasa-Cirebon asuhan KH. Hasan Hariri putra dari KH. Muhammad Zen.

2.2 Guru-Guru
1. KH. Aceng Muhammad Umar Bashri atau dikenal dengan nama Syaikhuna Fauzan
2. KH. Haitami
3. KH. Ahmad Syatibi (Mama Gentur)
4. KH. Hasan Hariri Cirebon

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+