Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Ahmad Syathibi Al-Qonturi (Mama Gentur)
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Ahmad Syathibi Al-Qonturi (Mama Gentur)

wafat 1946 M · 88.858 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Biografi KH. Ahmad Syathibi Al-Qonturi (Mama Gentur) Ulama Nahdlatul Ulama Cianjur Jawa Barat

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar isi

1      Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1    Lahir
1.2    Riwayat Keluarga
1.3    Wafat

2      Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1    Mengembara Menuntut Ilmu
2.2    Guru-Guru
2.3    Mendirikan Pesantren

3      Penerus
3.1    Anak-anak
3.2    Murid-murid

4      Karya
5      Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Ahmad Syathibi bin Muhammad Sa'id Al-Qonturi atau yang kerap disapa dengan Mama Gentur lahir lahir di Kampung Gentur, Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat. Beliau merupakan anak ketiga dari empat bersaudara, dari pasangan Mama H. Muhammad Sa’id dan Ibu Hj. Siti Khodijah.

Saudara-saudara beliau di antaranya, Hj. Ruqiyah (pengajar Pondok Pesantren Cipadang, Cianjur), Mama H. Ilyas (alias Mama H. Yahya, pengajar Pondok Pesantren Babakan Bandung, Sukaraja, Sukabumi), dan adik kandung yakni Mama H. Muhammad Qurthubi (alias Mama Gentur Kidul, pengajar Pondok Pesantren Gentur, Warungkondang, Cianjur).

Nama kecil beliau adalah Adun, setelah pulang dari Makkah namanya diganti menjadi Dagustani. Namun, nama masyhurnya sekarang yaitu KH. Ahmad Syathibi atau biasa disebut sebagai Mama Gentur kata orang Sunda yang jadi anak muridnya.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Ahmad Syathibi (Mama Gentur) memiliki dua istri Ibu Hajjah Siti Nafi'ah dan Ibu Hajjah Siti Sholihah dan dikaruniai 7 anak, 5 laki-laki dan 2 perempuan.

1.3 Wafat
KH. Ahmad Syathibi (Mama Gentur) meninggal di Cianjur pada hari Rabu 14 Jumadil Akhir 1365 Hijriah atau 15 Mei 1946.

2.  Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Pesantren Keresek
KH. Ahmad Syathibi (Mama Gentur) memulai perjalanan ke Pesantren Keresek atas ajakan dari Mama Keresek yang berkata, "kalau Ananda mau punya ilmu yang besar, besok mama antar ke paman mama yaitu Pangersa Mama Ajengan Muhammad Adzro’i di Bojong." Mama Gentur menginap semalam di Keresek dan kemudian diantarkan ke Pesantren Bojong.

Pesantren Bojong
Setibanya di Pesantren Bojong, Mama Gentur menjalani sumpah untuk membuktikan bahwa beliau tidak memiliki ilmu sihir. Setelah diterima sebagai murid, beliau hidup sederhana dengan makanan talas dan sambal roay. Dalam waktu 40 hari, Mama Gentur hafal beberapa kitab penting dalam ilmu agama. Para santri di Pesantren Bojong biasanya menjadi alim setelah dua tahun belajar, namun Mama Gentur hanya perlu satu tahun untuk menyelesaikan studinya.

Mama Gentur kemudian diminta menemani Kiyai Rusdi belajar di Pesantren Gudang, Tasikmalaya. Kyai Rusdi adalah santri senior di Bojong yang

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+