Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Munir Mawardi, Pengasuh Pesantren Al-Muniroh, Gresik
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Munir Mawardi, Pengasuh Pesantren Al-Muniroh, Gresik

1918 – 1999 M · 5.017 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Munir Mawardi dilahirkan pada tahun 1918 di Desa Ujungpangkah kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik29 . KH. Munir Mawardi lahir dari seorang ayah yang bernama KH. Mawardi dan ibu bernama Nyai Maimunah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Anak-Anak

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mengasuh Pesantren
4.2  Karier

5.  Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Munir Mawardi lahir pada tahun 1918 di Desa Ujungpangkah, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. KH. Munir Mawardi lahir dari seorang ayah yang bernama KH. Mawardi dan ibu bernama Nyai Maimunah. Beliau adalah anak keempat dari delapan bersaudara, KH. Munir Mawardi yang paling menonjol, yang kelak akan melanjutkan perjuangan orang tuanya mengasuh pondok pesantren tersebut.

1.2 Wafat
Pada hari Senin tanggal 15 November 1999 KH. Munir Mawardi berpulang ke Rahmatullahi karena sakit.

1.3 Riwayat Keluarga
KH. Mawardi memiliki empat istri yaitu Nyai Maimunah (Sidayu), Nyai Marfu’ah (Ujungpangkah), Nyai Sarti’ah (Banyuurip), dan Nyai Masti’ah (Drajat). Meskipun begitu KH. Mawardi tinggal bersama, mereka hidup rukun dan damai. Di antaranya saling memberi dan menerima dalam kondisi apapun satu sama lain. Keluarga KH. Munir Mawardi merupakan keluarga yang agamis.

Hal ini dilihat dari ayahnya seorang tokoh masyarakat Ujungpangkah yang terkenal pada masanya sekaligus perintis Pondok Pesantren Al-Muniroh. Dia juga gemar menuntut ilmu pengetahuan di berbagai pondok pesantren, maka semakin banyak ilmu pengetahuan yang dia peroleh.

Sehari-hari KH. Mawardi aktif mengisi pengajian, karena dia adalah tokoh masayarakat dan perintis Pondok Pesantren Al-Muniroh. Sedangkan Nyai Maimunah adalah seorang Nyai yang sehari-harinya mengisi pengajian juga bersama Muslimat masyarakat Ujungpangkah.

Pernikahan KH. Munir Mawardi dengan Nyai Mardliyah melahirkan 10 keturunan yaitu: Hj. Muniroh, H. Halim, H. Abdullah Munir, Ishomuddin, Hj. Titin Hamidah, Fathimah, H. Syaiful Islam Al Ghozi, Nurul Widad, Hj.Faridah, dan Uswatun Hasanah.

Setelah meninggalnya Nyai Mardliyah karena sakit, KH. Munir Mawardi menikah lagi dengan Nyai Sihamah dan dikaruniai 11 keturunan yaitu: Ahmad, Asiyah, H. Abdul Fathoni, Kholid, Mahrus, Hj. Amanatullah, Aisyah, Ainur Rohmah, Khotimatul Husna, Shohibul Firdaus, Abdullah, dan Muthi’.

KH. Munir Mawardi mempunyai istri yang bernama Nyai Rohimah yang melahirkan 6 keturunan yaitu: Khosyyatillah, Ulul Ilmu, Ulin Nuha, Qomaruz Zaman, Abdullah Mudli’, dan Harisun Alaikum.

Semasa hidupnya, KH. Munir Mawardi dikenal sebagai sosok kyai yang alim, sabar dan tegas dalam mengasuh pondok pesantren. Beliau sangat hobi sekali membaca shalawat burdah. Selain itu, dia bukan orang yang sombong, karena menurut istri-istrinya dia tidak pernah membeda-bedakan siapapun yang dikenal bersikap apa adanya sama seperti menanggapi saudaranya sendiri. Sehingga secara perlahan masyarakat sekitarnya mulai menghargai dan menghormatinya seperti sosok almarhum ayahnya yang berwibawa dan kharismatik.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Sejak kecil KH. Munir Mawardi sudah terkenal

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+