Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Achmad Nashihin, Muasis Pesantren Darul Hikmah Al-Ghazalie Jember
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Achmad Nashihin, Muasis Pesantren Darul Hikmah Al-Ghazalie Jember

lahir 1963 M · 6.467 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Achmad Nashihin merupakan keturunan ulama’ di Jember. Maka tak heran jika Ia mewarisi kharisma dari para leluhurnya. Keistmewaannya telah tampak sejak remaja.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Anak

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mendirikan Pesantren
4.2  Karier Beliau

5.    Referensi

 

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Achmad Nashihin merupakan keturunan ulama’ di Jember. Maka tak heran jika Ia mewarisi kharisma dari para leluhurnya. Keistmewaannya telah tampak sejak remaja. Jika pemuda seusianya lebih banyak disibukkan dengan aktifitas yang kurang begitu bermanfaat, maka beliau menghabiskan waktunya dengan belajar ilmu agama. Ia lahir di Baratan, Antirogo-Jember pada tanggal 12 januari 1963 Masehi atau bertepatan dengan 08 Sya’ban 1382 Hijriyah.

Beliau lahir dari pasangan KH. Achmad Rofi’i dan Nyai Salima yang merupakan tokoh masyarakat setempat. Sekitar umur 2 tahun beliau telah ditinggalkan oleh Ayahnya yang meninggal di usia muda. Hal ini yang menyebabkannya harus berpindah-pindah tempat tinggal. KH. Achmad Nashihin tidak hanya tinggal dengan Ibunya, namun beliau juga sering tinggal dengan kakeknya, yaitu K.H. Ghazali. Nampaknya didikan dari sang kakek ini juga sangat berpengaruh terhadap kepribadian KH. Achmad Nashihin masa kecil.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Achmad Nashihin menikah dengan Nyai Hj. Ummu Azizah, dari pernikahan itu dikaruniai beberapa orang putera, diantaranya: M. Sofyan Zidni, Mubarok, Luluk Fajriah, Hanik, dan Linda.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Pendidikan KH. Achmad Nashihin diawali dengan belajar di SD Baratan selama 6 tahun. Setelah lulus SD beliau melanjutkan menuntut ilmu di
Pesantren Al-Kholili Kotok Kalisat-Jember selama 2 tahun.

Di Pesantren Al-Kholili, beliau dididik langsung oleh pengasuh pesantren, yaitu Kyai Kholili atau lebih dikenal dengan julukan Kyai Asmawa. Hanya tiga orang yang dididik langsung oleh Kyai Asmawa, dan beliau termasuk di dalamnya. Tak berselang lama setelah itu beliau merasakan ingatannya sangat tajam dan sangat mudah mencerna pelajaran, bahkan beliau hafal semua kitab yang dijadikan mata pelajaran di Pesantren Al-Kholili.

Mengetahui hal tersebut, para ustadzpun mengetes kemampuannya dengan memberikan kesempatan kepada seluruh santri untuk bertanya semua pelajaran. Hasilnya, beliau bisa menjawab semua pertanyaan dengan lancar dan dengan jawaban yang benar.

Setelah nyantri di pesantren Al-Kholili, KH. Achmad Nashihin melanjutkan menuntut ilmu di pondok pesantren Salafiyah Safiiyyah Sukorejo Sitobondo asuhan KH.R. As’ad Syamsul ‘Arifin.

Setelah 5 tahun nyantri di pesantren Salafiyyah, beliau melanjutkan pendidikannya dengan belajar di SMA 2 Jember selama setahun. Beliau juga tidak bisa menjelaskan kenapa pendidikan yang umumnya ditempuh 3 tahun tersebut dapat ditempuh dalam waktu satu tahun. Dalam waktu setahun ini beliau digembleng secara pribadi oleh Kyai Abdus Shomad yang menjadi pengasuh pesantren Darussalam.

Setelah lulus dari SMA 2 Jember, beliau melanjutkan rihlah

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+