Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Luthfi Ahmad Pengasuh Pesantren Madinatul Ulum, Jember
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Luthfi Ahmad Pengasuh Pesantren Madinatul Ulum, Jember

lahir 1965 M · 6.378 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Muhammad Luthfi Ahmad, lahir di Jember 2 Januari 1965, bersuku Madura, berkulit matang agak gelap, tinggnya sekitar 165 cm, badannya tegap, penampilan dan tutur katanya kelam tetapi tegas, sehingga memancarkan sinar kewibawaan seorang kyai yang kharismatik.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Anak-Anak
3.2  Murid-Murid

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mengasuh Pesantren
4.2  Karier

5.   Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Muhammad Luthfi Ahmad, lahir di Jember pada tanggal 2 Januari 1965, bersuku Madura, berkulit matang agak gelap, tingginya sekitar 165 cm, badannya tegap, penampilan dan tutur katanya kelam tetapi tegas, sehingga memancarkan sinar kewibawaan seorang kyai yang kharismatik.

Kakek KH. Muhammad Luthfi Ahmad bernama KH. Ali Wafa atau KH. Abdul Aziz (almarhum) ayahanda dari KH. Abdul Aziz adalah KH. Abdul Hamid, Banyuanyar, dan KH. Abdul Hamid adalah masih keluarga dari KH. Ahmad Kholil, Bangkalan Madura, dan KH. Ahmad Kholil masih keturunan dari keluarga besar Sunan Ampel.

Sehingga KH. Muhammad Lutfi Ahmad berhak menyandang gelar “Raden” namanya seharusnya tertulis KHR. Muhammad Luthfi Ahmad. Namun KH. Muhammad Lutfi Ahmad tidak berkenan menggunakan gelar tersebut dan merasa malu menyandang gelar tersebut, yang terpenting menurutnya adalah perbuatan bukan gelarnya

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Muhammad Luthfi Ahmad menikah seorang wanita sholehah yang bernama Nyai Hajjah Mukarromah dan dikaruniai empat anak, di antaranya Saidatus Sholihah, Fatimatus Zahro, Muhammad Abdul Hamid, Muhammad Syamil Basayif.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu

Semasa mudanya KH. Muhammad Luthfi Ahmad tidak sempat menikmati pendidikan formal, tetapi beliau memegang ijazah SD dan Madrasah Aliyah “Al-Khozini”, Buduran Sidoarjo juga ikut ujian persamaan Madrasah Aliyah. Pendidikan pondok pesantren diperoleh dari keluarganya yaitu Pondok Pesantren Al-Wafa dibawah asuhan ayahandanya, dan pamannya Ayahandanya dalam mengasuh selalu memberi tantangan maju dan berani, selama KH. Muhammad Lutfi Ahmad menjadi santri juga mendapat tugas untuk mengajar pada santri lainnya.

Pada tahun 1985 KH. Muhammad Lutfi Ahmad mondok di Pondok Pesantren “An Nur” Mumbulsari untuk memperdalam ilmu Falaq, Balaghoh dan Faraid di bawah asuhan pamannya selama tiga bulan, dan pada tahun 1986-1987, ia melanjutkan mondok di Pondok Pesantren “Al- Khozini”, Buduran Sidoarjo yang diasuh oleh KH. Abdul Mujib, disamping menjadi santri juga mendapat kepercayaan dari KH. Abdul Mujib untuk membantu mengajar Ushul Fiqih dan Ilmu Falaq.

Sekalipun KH. Muhammad Luthfi Ahmad dari keluarga kyai, selama menjadi santri di Pondok Pesantren “Al- Khozini” juga mengabdi secara penuh baik lahir maupun batin, sehingga berkenan mengerjakan pekerjaan yang bersifat kasarpun beliau selalu meaksanakannya misalnya tukang kayu maupun pekerjaan lainnya. KH. Muhammad Luthfi Ahmad (muda) memilik semangat belajar yang sangat tinggi secara mandiri (

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+