Syekh Kyai Haji Raden Muhammad Zarkasyi, dikenal sebagai Mama Eyang Cibaduyut. Beliau putra dari KH. Rd. Muhammad Ali atau Mama Antapani. Mama Eyang Cibaduyut, lahir 16 Syawal 1285 H/1864
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Penerus
3.1 Anak-anak
3.2 Murid-murid
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirikan Pesantren
4.2 Karier
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Syekh Kyai Haji Raden Muhammad Zarkasyi, dikenal sebagai Mama Eyang Cibaduyut. Beliau putra dari KH. Rd. Muhammad Ali atau Mama Antapani. Mama Eyang Cibaduyut, lahir 16 Syawal 1285 H/1864
1.2 Wafat
Syekh Kyai Haji Raden Muhammad Zarkasyi wafat bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, yaitu hari Jumat 10 Dzulhijjah 1366 H/24 Oktober 1947 M. Makam Mama Cibaduyut sendiri terletak di jalan Cibaduyut Raya 65, Blok Pasantren No. 03/01, Cibaduyut, Kec. Bojongloa Kidul, Kota Bandung.
1.3 Riwayat Keluarga
Syekh Kyai Haji Raden Muhammad Zarkasyi menikahi seorang wanita sholehah dan dikaruniai beberapa anak.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Beliau sempat berguru ke Syekh Kholil Bangkalan Madura, Syekh Kholil adalah Maha Guru, salah satu cikal bakal berdirinya Nahdhotul Ulama.
2.2 Guru-Guru:
- KH. Rd. Muhammad Ali atau Mama Antapani
- Syekh Kholil Bangkalan
3. Penerus Perjuangan
3.1 Anak-anak
- KH. Hasbullah
- KH. Sulaeman Kurdi
3.2 Murid-murid
- Mama Rende Syekh Ahmad Zakariya
- Mama Gentur
- Mama Sukaraja
- Mama Jelegong
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Saat itu KHR. Muhammad Zarkasyi, atau biasa dikenal dengan Mama Cibaduyut, pulang dari ibadah hajinya. Kepulangannya dari Mekkah tentu dinanti-nantikan dan siap disambut dengan antusias oleh para santrinya yang sekian lama ditinggal oleh sang pengasuh.
Para santri selain merindukan sang kyai juga karena mengharapkan keberkahan doanya orang yang baru pulang dari haji, doa manjur. Zaman dulu berbeda dengan zaman sekarang, kendaraan yang dipakai oleh jamaah haji adalah dengan mengendarai kapal/perahu. Para santri sudah berkumpul di dermaga menanti kedatangan kapal jamaah haji yang membawa kyai mereka, Mama Cibaduyut.
Setelah beberapa saat, terlihatlah satu kapal mendarat di dermaga. Para jamaah haji dan penumpang lainnya satu persatu turun dari kapal. Diamati satu persatu, Mama Cibaduyut belum nampak juga oleh para santri.
Dari dalam perahu, Mama Cibaduyut sudah mengetahui di dekat dermaga sedang ada pembangunan masjid. Karena kapal yang ditumpanginya itu memuat barang-barang yang diperlukan untuk pembangunan masjid tersebut.
Diselempangkanlah
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

