KH. DR. Jujun Junaedi lahir di Kampung Sangojar, Desa Sindang Galih, Kecamatan Pangatikan, pada 01 Juni 1971, beliau dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana. beliau merupakan anak ke delapan dari delapan bersaudara, Ayah beliau bernama, Pandi Apandi dan ibunya E. Wasfiah.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren
3.2 Karier
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. DR. Jujun Junaedi lahir di Kampung Sangojar, Desa Sindang Galih, Kecamatan Pangatikan, Kabuoaten Garut, Jawa Barat pada 1 Juni 1971, beliau dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana. Beliau merupakan anak kedelapan dari delapan bersaudara, Ayah beliau bernama Pandi Apandi dan ibunya E. Wasfiah.
1.2 Riwayat Keluarga
Beliau menikahi seorang wanita sholehah, dari pernikahan tersebut beliau dikaruniai beberapa anak.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Pada tahun 1977, di masa belia, beliau memasuki jenjang pendidikan awal di Sekolah Dasar Sindang Galih, Garut. Pendidikan formal beliau selalu disokong oleh jenjang pendidikan pesantren. Tidak kurang dari lima pesantren di Garut pernah disinggahi, yakni Pondok Pesantren Tarbiyatul Atthfal, Pondok Pesantren Al-Huda, Pondok Pesantren Jam’iyah, Pondok Pesantren Al-Qurthubiyah, dan Pondok Pesantren Kudang Limbangan. Selepas Sekolah Dasar, tahun 1983 melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma’arif.
Tahun 1986, KH. DR. Jujun Junaedi muda memasuki jenjang pendidikan lanjutan atas. Beliau menjatuhkan pilihan untuk Madrasah Aliyah Negeri Garut, mengambil Jususan Agama (A-1). Tahun 1989, beliau memasuki jenjang pendidikan tinggi. Perguruan yang beliau pilih adalah IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Sunan Gunung Djati, dengan mengambil Jurusan Dakwah Fakultas Ushuluddin.
Pertama kali masuk IAIN, beliau dikenal sebagai seorang Qori, padahal pada mulanya KH. DR. Jujun Junaedi dikenal sebagai mubaligh cilik dari Garut, tetapi begitu masuk IAIN beliau dikenal sebagai Qori. Makanya, banyak orang IAIN yang kaget begitu KH. DR. Jujun Junaedi muncul sebagai mubaligh seperti sekarang, karena mereka lebih mengenal KH. DR. Jujun Junaedi sebagai Qori ketimbang jadi mubaligh.
Citra KH. DR. Jujun Junaedi sebagai Qori sangat lekat karena didukung oleh fakta sejarah bahwa beliau bersama-sama dengan Asep Mustapa Kamal (dosen Fakultas Syari’ah IAIN Bandung) yang mendirikan UPTQ (Unit Pengembangan Tilawatil Qur'an) di IAIN.
2.2 Guru-Guru:
- KH. Zainal Abidin
- KH. Abdul Hamid
- Pangersa Abah Anom (KH. Shohibul Wafa Tajul Arifin)
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
KH. Dr. Jujun Junaedi dikenal selain sebagai Pengasuh Pesantren Jauhari, Garut, beliau adalah pendakwah yang lantang saat menyampaikan syariat Islam. Namun keunikannya dalam berdakwah yaitu bisa memadukan antara penyampaian materi agama dengan diselingi berbagai humor dan nyanyian khasnya. Sehingga para jamaahnya tak pernah bosan mengikuti berbagai pengajian yang dihadirinya.
Dakwah-dakwah KH. Jujun Junaedi yang unik sangat
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

