Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Badrus Sholeh Arif, Muasis Pesantren Al Hikmah Kediri
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Badrus Sholeh Arif, Muasis Pesantren Al Hikmah Kediri

1918 – 1983 M · 7.600 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Badrus Sholeh Arif merupakan putra ke-5 dari pasangan KH. Moh Arif bin KH. Hasan Alwi dan Nyai Sri’atun binti KH. Hasan Muhyi. Beliaudilahirkan di Kediri pada 10 November 1918. Berdasarkan beberapa sumber dan manuskirp terpercaya, ayah Kyai Badrus ini tercatat sebagai salah satu cucu dari Pangeran Diponegoro.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Anak-anak

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mendirikan Pesantren
4.2  Karier

5.   Referensi

 

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Badrus Sholeh Arif merupakan putra ke-5 dari pasangan KH. Moh Arif bin KH. Hasan Alwi dan Nyai Sri’atun binti KH. Hasan Muhyi. Beliaudilahirkan di Kediri pada 10 November 1918. Berdasarkan beberapa sumber dan manuskirp terpercaya, ayah Kyai Badrus ini tercatat sebagai salah satu cucu dari Pangeran Diponegoro.

Sebab, Kyai Hasan Alwi, kakek Kyai Badrus, merupakan putra dari Pangeran Diponegoro dari istri selir. Kyai Hasan Alwi merupakan ulama berpengaruh yang membuka Desa Banyakan, tempat kelahiran KH. Badrus Sholeh Arif.

Darah Diponegoro yang mengalir dalam dirinya itulah yang menurunkan jiwa patriotisme dan nasionalisme dalam diri KH. Badrus Sholeh Arif dalam berjuang melawan kaum penjajah.

1.2 Wafat
KH. Badrus Sholeh Arif dipanggil oleh Allah dalam sebuah kecelakaan di Ngawi pada 11 September 1983. Saat naas itu, KH. Badrus Sholeh Arif bersama istrinya, Nyai Hj. Azzah Badriyah, beserta kedua putra beliau yang masih kecil, tak terolong.

1.3 Riwayat Keluarga
KH. Badrus Sholeh Arif menikahi seorang wanita sholehah bernama Nyai Hj. Azzah Badriyah, dari pernikahan mereka dikaruniai beberapa anak.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Mengembara Menuntut Ilmu

Pada usia 14 tahun, KH. Badrus Sholeh Arif nyantri di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, berguru langsung kepada KH. Hasyim Asy’ari. Dari Tebuireng, KH. Badrus Sholeh Arif terus mondok lagi di Pondok Pesantren Gontor.

2.2 Guru-Guru:

  1. KH. Moh Arif bin KH. Hasan Alwi
  2. KH. Hasyim Asy'ari

3. Penerus Perjuangan

3.1  Anak-anak

  1. KH. Zaimuddin Badrus
  2. KH. Abdul Wahid Badrus
  3. Ny. Hj. Noer Cholidah Badrus
  4. KH. Abdun Nashir Badrus
  5. KH. Ahmad Dain Arief Badrus
  6. KH. Moh Yahya Badrus
  7. KH. Nasrul Islam Badrus

4. Perjalanan Hidup dan Dakwah

Selain tekun dan sabar mendidik para santri, KH. Badrus Sholeh Arif juga gigih menanamkan jiwa nasionalisme kepada para santrinya. Ketika Belanda ingin kembali menguasai Indonesia, Kyai Badrus bersama para santrinya ikut berjuang melawan penjajahan itu. Ketika terjadi geger politik 1965, KH. Badrus Sholeh Arif bersama santri juga ikut melawan PKI yang saat itu ingin menguasai daerah Kediri.

Walau demikian, sebagai seorang kyai, KH. Badrus Sholeh Arif tidak pernah melupakan kewajiban untuk mendidik para santrinya. Berbagai macam kitab klasik diajarkan kepada para santrinya, seperti kitab Riyadlus Shalihin dan Bulughul

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+