KH. Abuya Murtadho Dimyati, Banten
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Masa Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mengasuh Pesantren
3.2 Karier
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Muhammad Murtadho Dimyati lahir 19 Januari 1958 di Kampung Cidahu, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten dengan nama lahir Muhammad Murtadho.
KH. Muhammad Murtadho lahir ketika ayahnya, Abuya Muhammad Dimyathi, sedang menempuh pendidikan keagamaan di Pondok Pesantren Bendo, Pare, Kabupaten Kediri pimpinan KH. Khozin Al-Muhajir.
Abuya Dimyathi berangkat ke Bendo pada tahun 1957, setahun sebelum KH. Muhammad Murtadho Dimyati lahir. Sebelum berangkat, Abuya Dimyathi kemudian menitipkan nama Muhammad Murtadho kepada istrinya, Nyai Hj. Ashmah Jasir. Saat itu, istrinya sedang mengandung Murtadho selama 3–4 bulan.
KH. Muhammad Murtadho Dimyati merupakan anak kedua dari enam bersaudara. Beliau juga mempunyai dua saudara tiri dari ibu yang lain, hasil pernikahan ayahnya dengan seorang wanita bernama Nyai Hj. Dalalah Nawawi dari Yogyakarta. Saudara-saudaranya adalah Ahmad Muhtadi Dimyathi, Abdul Aziz Fakhruddin, Ahmad Muntaqo, Musfiroh, dan Ahmad Muqatil. Sedangkan saudara tirinya bernama Qayyimah dan Ahmad Mujtaba.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Muhammad Murtadho Dimyati memiliki lima orang anak, pertama Hj. Muflichah, H. Mukarom, H. Muqoddam, Hj. Thoharoh, Hj. Mubarokah.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Masa Menuntut Ilmu
Sama seperti saudara-saudaranya yang lain, KH. Muhammad Murtadho Dimyati mendapat pendidikan dasar agama dari ayah beliau Abuya Dimyati dan ibunya, Nyai Hj. Ashmah Jasir, yang merupakan putri dari seorang ulama bernama Abuya KH. Jasir Abdul Halim Al-Bantani Al-Makki.
2.2 Guru-Guru:
- Abuya Dimyati Al-Bantani
- Nyai Hj. Ashmah Jasir
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mengasuh Pesantren
KH. Muhammad Murtadho Dimyati, bersama dengan kakak laki-lakinya yang bernama Abuya Ahmad Muhtadi Dimyathi, juga turut berperan sebagai pengasuh di Pondok Pesantren Roudlotul Ulum, Cidahu, Banten yang didirikan oleh sang ayah, Abuya Muhammad Dimyathi, pada tahun 1963.
Pendirian pesantren ini tidak hanya menjadi tempat pembelajaran agama, namun juga menjadi tempat berkumpulnya para intelektual dan pembaharu dalam merespons dinamika keagamaan dan sosial masyarakat.
Setelah kepulangan sang ayah ke Rahmatullah pada tanggal 3 Oktober 2003, KH. Muhammad Murtadho Dimyati bersama saudara-saudaranya meneruskan perjuangan dan pengelolaan pesantren tersebut.
3.3 Karier
Pengasuh pesantren Roudlotul Ulum, Cidahu-Pandeglang Banten.
4. Referensi
Diolah dan dikembangkan dari data-data yang dimuat di situs:
- Muhammad Shohib dan M. Bunyamin Yusuf Surur. 2009. Para penjaga Al-Qur'an: Biografi Huffaz Al-Qur'an di Nusantara. Jakar
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

