KH. Abdul Malik Tadjuddin adalah seorang ulama Pejuang dan Pendidik di Palembang yang lahir pada hari Sabtu tanggal 7 September 1918 / l Dzulhijah 1337 H di Palembang
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Penerus
3.1 Anak-Anak
3.2 Murid-Murid
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mengasuh Pesantren
4.2 Karier
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Abdul Malik Tadjuddin adalah seorang ulama Pejuang dan Pendidik di Palembang yang lahir pada hari Sabtu tanggal 7 September 1918/1 Dzulhijjah 1337 H di Palembang, merupakan anak kedua dari 6 (enam) bersaudara pasangan Tadjuddin bin Anang dengan Maimunah binti KH. Royis.
1.2 Riwayat Keluarga
Pada tahun 1958, KH. Abdul Malik Tadjuddin menikah dengan Nyayu Hj. Aisyah binti Kgs. H. Muhammad Nur Bin Kgs. Haji Hasanuddin Ngabehi Gadjahnata (Nyayu Aisyah ini saudara sepupu Prof. Dr. Kgs. Haji Oejang Gajahnata/Prof. Dr. KHO. Gajahnata) yang juga adik kandung dari istri KH. M. Amin Azhari (Kyai Cek Ming ) dan KH. A. Malik Tadjuddin menjadi adik ipar Kyai Cek Ming, sementara KH. A. Malik Tadjuddin sepupuan dengan Prof. KHO. Gajahnata dari pihak istrinya. Dari hasil pernikahannya tersebut, beliau mendapatkan 8 orang anak yang terdiri dari 3 laki-laki dan 5 perempuan yang semuanya dilahirkan di Palembang yakni:
1. Ir. Ahmad Dailami
2. Dra. Hj. Choiriyah, M.Hum.
3. Alm. Abdullah Arsalan (wafat tahun 1964)
4. Alm. Ir. M. Shulhan Fauzani (wafat tahun 2019)
5. Dra. Hj. Nurfitriyana, M.Ag.
6. Dra. Hj. Choirun Niswah, M.Ag.
7. DR. Hj. Zuhdiyah, M.Ag.
8. Munauwarah, S.Ag.
1.3 Wafat
Beliau wafat pada jam 14.45 WIB hari Kamis tanggal 10 Jumadil Awal 1421 H/10 Agustus 2000 pada usia 82 tahun menurut kalender Masehi atau 84 tahun menurut kalender Hijriah, beliau dimakamkan pada hari Jum'at 11 Agustus 2000 ba'da shalat Jum'at di Pemakaman Keluarga Ungkonan H. Nang Lenggok 3-4 Ulu Palembang.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Sepanjang beliau menuntut ilmu dan belajar tentang keislaman kepada guru-guru beliau yang kesemuanya adalah tokoh-tokoh ulama pendiri NU di Kota Palembang dan Sumatera Selatan yang berfaham Ahlussunnah wal Jama'ah, KH. Abdul Malik Tadjuddin mulai belajar tentang agama Islam sejak beliau berusia 5 tahun.
- Beliau pertama kali belajar membaca kitab suci Al-Qur'an dengan ayah dan ibunya, selanjutnya beliau belajar membaca Al-Qur'an dan Ilmu Tajwid kepada seorang qori yang cukup terkenal saat itu di Kelurahan Ulu yang merupakan sepupunya sendiri bernama KH. Abdul Halim Hasyim.
- KH. Abdul Malik Tadjuddin belajar membaca Al-Qur'an dan Ilmu Tajwid setiap sore hari dan kurang lebih menghabiskan waktu selama dua jam setiap harinya bersama gurunya KH. Abdul Halim Hasyim dari tahun 1923–1926.
- Tahun 1926 beliau masuk sekolah SR selama 3 tahun, namun tidak sampai tamat. Karena dipindahkan oleh ayah dan ibunya ke Madrasah Ibtidayah Ma'had Islamy 7 Ulu pada tahun 1929 kepada gurunya yang bernama KH. Kms. Masyhur Azhari (sekarang nama guru beliau diabadikan nama jalan di Kelurahan Bukit
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

