Syekh KH. Bahruddin Thalib Lubis dilahirkan di kota Stabat, Langkat, tahun 1905 dari keluarga yang taat beragama, ayahnya bernama Lebai Thalib bin H. Ibrahim Lubis dan ibunya Markoyom Nasution. Ayahnya berasal dari kampung Pastap, Kotanopan, Tapanuli Selatan (sekarang Madina).
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirikan Madrasah
4.2 Karier
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Syekh KH. Bahruddin Thalib Lubis dilahirkan di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada tahun 1905 dari keluarga yang taat beragama, ayahnya bernama Lebai Thalib bin H. Ibrahim Lubis dan ibunya Markoyom Nasution. Ayahnya berasal dari Kampung Pastap, Kotanopan, Tapanuli Selatan (sekarang Madina).
Sebagai seorang yang berasal dari Tapanuli Selatan dan pindah ke negeri Melayu, Lebai Thalib juga dikenal sebagai seorang yang memiliki ilmu agama mendalam, sehingga oleh masyarakat Melayu setempat dia dipanggil Lebai Thalib.
1.2 Riwayat Keluarga
Pada tahun 1935 Syekh KH. Bahruddin Thalib Lubis menikah dengan seorang gadis Malaysia, dan buah dari pernikahannya memiliki dua orang anak, laki-laki dan perempuan (sepasang), yang laki-laki bernama Habib Lubis. Namun karena kecintaan dan kerinduannya kepada kampung halamannya beliau mengajak istrinya untuk berangkat ke Indonesia, tetapi istrinya tidak bersedia dan diapun kembali ke Indonesia seorang diri meninggalkan istrinya dalam keadaan hamil muda.
Setelah beberapa bulan beristirahat sambil mengajar di Stabat, masyarakat Sibolga meminta dan mengharapkan agar Syekh KH. Bahruddin Thalib Lubis tinggal dan mengajar di sana. Tidak hanya atas desakan masyarakat, tetapi gurunya Syekh Hasan Maksum juga mengharapkan beliau untuk berangkat mengajar ke Sibolga.
Beberapa tahun tinggal di Sibolga beliau kembali mengajak istrinya untuk pindah ke Sibolga namun tidak kesediaan dari istrinya tersebut. Selanjutnya beliau menikah di Binjai dengan seorang gadis Tapanuli Selatan bernama Cahaya Khairani Lubis dari Samora, Sidimpuan. Dari perkawinannya ini beliau memiliki delapan orang anak.
1.3 Wafat
Beliau wafat pada hari Ahad 8 Agustus 1965 M (10 Rabiul Akhir 1385 H), jenazahnya kemudian diantarkan dengan digotong oleh umat Islam yang menyayanginya lebih kurang 10 km dari Sibolga arah ke Barus, TPU Muslim di Desa Mela.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilm
Mengawali pendidikannya, Syekh KH. Bahruddin Thalib Lubis menjalani sekolah dasar di Stabat. Dia belajar membaca Al-Qur'an kepada ayahnya dan kemudian menggeluti kitab-kitab Melayu di Babussalam, Langkat, Stabat kepada Syekh Zainuddin Bilah, seorang ulama keluaran Makkah. Selanjutnya atas anjuran gurunya Syekh Zainuddin Bilah beliau melanjutkan pendidikan agama kepada Syekh Abdul Wahhab di Sungai Lumut, Labuhan Bilik.
Syekh Abdul Wahhab adalah seorang ulama yang pernah menggoncangkan pemerintahan Belanda di Asahan tahun 1924 dengan fatwa-fatwanya menentang pembayaran pelanggaran rodi (kerja paksa) dan permintaan izin mengajarkan agama di masyarakat sehingga Syekh Abdul Wahhab dimasukkan ke dalam penjara.
Setalah belajar dengan Syekh Abdul Wahhab dia kembali ke Stabat, namun dianjurkan gurunya Syekh Zainuddin Bilah agar belajar
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

