Syaikh Hasan Ma’shum ini lahir di Labuhan Deli, Sumatera Utara pada tahun 1300H/1882M, Syekh Hasan Ma'sum merupakan sufi dari Tarekat Naqsyabandiyah
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Ke Makkah Pertama
2.2 Ke Makkah Kedua
2.3 Ke Makkah Ketiga
3 Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Menjadi Mursyid Tarekat
3.2 Menjadi Mufti
4 Karya
5 Referensi
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
Syekh Hasan Ma’shum lahir pada tahun 1300H/1882 M, di Labuhan Deli, Sumatera Utara.
1.2 Wafat
Syekh Hasan Ma’shum Deli terus berkhidmah sebagai pengajar sekaligus Mufti Kesultanan Deli hingga wafat di Medan, pada usia kurang lebih 53 tahun, menurut perhitungan tahun masehi, yakni pada hari Kamis, 24 Syawal 1355 H/7 Januari 1937 M, setelah berbulan-bulan menderita penyakit, dan dimakamkan di perkuburan Masjid Raya Al-Mashun, tidak jauh dari Istana Kesultanan Deli.
Menurut dokter, kebiasaan membaca sampai menjelang Subuh membuat urat yang menghubungkan ke otaknya tertutup. Wafatnya Syekh Hasan Ma'shum, bukan saja dirasakan pilu oleh keluarga, murid-muridnya. Begitu juga oleh Al-Jamiyyatul Al-Washliyah bahkan seluruh ummat Islam di Indonesia dan di luar Indonesia.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
Pendidikannya dimulai dari keluarganya sendiri, sejak kecil hingga umur 10 tahun, beliau tinggal bersama orangtuanya di Labuan dan pernah belajar sekolah inggris hingga kelas 3, dengan seorang guru kebangsaan India dari Malaysia. Orang tuanya memiliki peran penting dalam membentuk karakter Hasan Ma'shum.
Menilai bahwa pendidikan sekolah dan madrasah sangat penting, sejak berusia tujuh tahun Hasan dimasukkan ke sekolah Inggris pada pagi hari, dan madrasah pada sore hari. Selain mendapatkan pendidikan formal di sekolah rendah berbahasa Inggris di Labuhan Deli, Hasan Ma'shum, belajar mengaji dengan orang tuanya tentang Ushuluddin dan lain-lain.
Sebagai seorang pelajar, Hasan mengikuti kedua sistem pendidikan tersebut dengan baik dan meraih prestasi memukau, dan harta orang tuanya ia gunakan sebagai sarana belajar, bukan untuk meraih kesenangan duniawi. Keseriusannya dalam pendidikan agama sudah menonjol ketika beliau masih berusia tujuh tahun, setiap pelajaran dihafalnya sampai tengah malam apalagi segala sesuatu yang berkaitan dengan kisah Rasul SAW.
2.1 Ke Makkah Pertama
Berkat kesungguhan dan kecerdasan dalam menuntut ilmu sehingga beliau mendapat pengakuan dari gurunya, beliau direkomendasikan agar dimasukkan ke sekolah terbaik. Kecintaannya terhadap ilmu agama semakin tampak jelas ketika beliau mendapatkan pilihan dari orang tuanya untuk melanjutkan pendidikan ke Singapura atau ke Makkah. Mr. Henry sebagai guru sekolah menganjurkan Hasan melanjutkan studi ke Singapura, tetapi Syekh Hasan memutuskan untuk melanjutkan studi agama ke Makkah dengan pertimbangan bahwa Sumatra Timur masih membutuhkan ulama.
Sebagai pelajar, Syekh Hasan telah mampu menemukan bakatnya dan memberikan pilihan tepat tentang masa depannya. Hasan benar-benar mewarisi bakat dari sang ayah yang bernama Syekh Muhammad Ma'sum Sejak kecil Hasan telah menampakkan sifat zuhud dan ilmuwan, meskipun b
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

