KH. Abdul Warits Ilyas lahir di Guluk-Guluk Sumenep pada tanggal 12 November 1938. Beliau putra dari pasangan KH. Mohammad Ilyas Syarqawi dengan Nyai Arfiyah binti Zainuddin.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mengasuh Pesantren
4.2 Karier
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Abdul Warits Ilyas lahir di Guluk-Guluk Sumenep pada tanggal 12 November 1938. Beliau putra dari pasangan KH. Mohammad Ilyas Syarqawi dengan Nyai Arfiyah binti Zainuddin.
Mengenai huruf "A" di awal namanya merupakan singkatan dari kata Abd atau Abdul, sehingga lengkapnya ialah Abdul Warits Ilyas. Namun menurut salah satu keluarga almaghfurlah, Ahmad Irfan AW, beliau memang lebih membiasakan menulis namanya dengan A. Warits Ilyas.
1.2 Riwayat Keluarga
Beliau menikahi seorang wanita sholehah bernama Nyai Hj. Nafisah Khalid, dari pernikahan itu dikaruniai delapan anak.
1.2 Wafat
Beliau berpulang ke Rahmatullahi pada hari Sabtu, 22 Februari 2014, setelah dirawat di RSUD Slamet Mertodihardjo, Pamekasan, Madura.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Sejak kecil KH. Abdul Warits Ilyas dididik oleh ibunya dan ayahnya dalam keagamaan. Dalam mendidik, Kyai Ilyas berusaha menanamkan pada putranya untuk selalu hidup sederhana dan selalu menjaga budi pekerti yang luhur. Peran ayahanda begitu signifikan hingga membentuk pribadi KH. Abdul Warits Ilyas yang sholeh nan tawadhu.
2.2 Guru-Guru
1. KH. Mohammad Ilyas Syarqawi
2. KH. Maimoen Zubair
3. Penerus Perjuangan
3.1 Anak-anak
1. Qurratul A'in
2. Muhammad Ali Fikri
3. Istifadah
4. Nailah
5. Khatibatul Ummah
6. M. Shalahuddin
7. Shofiyah
8. Nur Diana
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
KH. Abdul Warits Ilyas adalah seorang kyai karismatik yang tidak hanya mampu beradaptasi dengan dunia pesantren dan memanagenya dengan baik, tapi beliau juga mengabdikan potensinya dalam bidang politik. Beliau juga merupakan sosok Kyai yang dikenal sangat tawadhu dan istiqomah, benar-benar teladan dan panutan umat. Sebagai pendidik, beliau merupakan contoh yang tidak perlu diragukan dalam banyak hal. Sesuai nama, Kyai Warits seolah-olah diproyeksikan sebagai pewaris ayahnya. Dalam istilah Drs. Thabrani Rasyidi, beliau senantiasa mendidik santri dan umat dengan “lisān al-hāl”, praktik dan sikap.
Di samping sebagai dewan pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, sosoknya aktif dalam panggung-panggung politik. Semenjak kecil, beliau telah dihadapkan dengan kondisi dinamika pesantren yang terus bergejolak sebagai dampak dari perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaannya.
Hal ini tentu mendorong beliau un
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

